BPS: Warga RI Sudah Sangat Anti-korupsi, tetapi Beri Fasilitas ke RT/RW Dianggap Wajar

Kompas.com - 15/06/2020, 15:17 WIB
Ilustrasi korupsi SHUTTERSTOCK/ATSTOCK PRODUCTIONSIlustrasi korupsi

JAKARTA, KOMPAS.com - Hasil survei Badan Pusat Statistik ( BPS) menemukan, masyarakat Indonesia sudah sangat anti- korupsi.

Hal itu tecermin dari posisi Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) 2020 sebesar 3,84 poin, naik 0,14 poin dibanding 3,70 poin pada tahun 2019. Angka indeks perilaku ini berskala 0-5.

"Nilai 3,76 sampai 5 dikategorikan sangat anti-korupsi. Boleh dikategorikan, masyarakat Indonesia sudah sangat anti-korupsi. Meskipun kita masih ada selisih dengan target 4,00 RPJMN 2020," kata Suhariyanto dalam konferensi video, Senin (15/6/2020).

Baca juga: Sri Mulyani: Setiap Hari, Kami Dihadapkan pada Godaan Korupsi

Kendati demikian, terjadi penurunan persepsi anti-korupsi di level keluarga, komunitas, dan publik.

Persepsi di level keluarga, misalnya, lebih banyak istri menganggap wajar bahwa seorang suami memberikan uang di luar gaji tanpa mempertanyakan asalnya. Indeks melemah dari 25,56 pada 2019 menjadi 29,72 persen pada 2020.

"Kemudian ada pelemahan persepsi penggunaan mobil dinas, dari 22,52 pada 2019 menjadi 23,40 pada 2020," ucap Suhariyanto.

Di level komunitas, masyarakat menganggap wajar memberikan uang, barang, ataupun fasilitas kepada RT/RW. Masyarakat juga menganggap wajar memberikan sesuatu kepada tokoh masyarakat menjelang hari keagamaan. Indeksnya dari 40,92 persen menjadi 46,55.

Di ruang publik, masyarakat menganggap wajar pemberian barang, fasilitas, ataupun uang menjelang pilkades, pilkada, ataupun pemilu. Persepsi dari 20,89 poin menjadi 32,74 poin.

Baca juga: Ketua KPK Diminta Erick Thohir Bantu Cegah Korupsi di BUMN

Berdasarkan pengalaman masyarakat lainnya selain layanan publik, pengalaman masyarakat ditawari uang/barang/fasilitas untuk memilih kandidat tertentu meningkat dari 16,27 menjadi 27,09 pada tahun 2020.

"Fenomena ini perlu menjadi catatan khusus karena dalam pemilihan tidak boleh ada yang melibatkan uang. Masyarakat pada 2020 menganggap itu sesuatu yang wajar, ini harus kita berikan pencerahan. Padahal, itu sesuatu yang tidak pada tempatnya," tutur dia.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X