OJK Tepis Isu Kookmin Bank Gagal Atasi Masalah Likuiditas Bank Bukopin

Kompas.com - 15/06/2020, 15:50 WIB
Logo OJK KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKOLogo OJK

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menepis isu bank asal Korea Selatan, Kookmin Bank, gagal mengatasi masalah likuiditas Bank Bukopin.

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menegaskan, Kookmin Bank telah melakukan penempatan dana di escrow account per tanggal 11 Juni 2020 sesuai komitmen Kookmin Bank.

"Kami tegaskan bahwa berita tersebut tidak benar karena mengambil sumber secara tidak sah. Surat tertanggal 10 Juni 2020 tersebut merupakan surat yang sangat rahasia dan hanya ditujukan kepada pihak-pihak berwenang serta tidak diperuntukkan untuk media dan publik," kata Anto dalam siaran pers, Senin (15/6/2020).

Baca juga: Bank Asal Korea Siap Kuasai Bank Bukopin, Serap 51 Persen Saham

Adapun terkait surat yang beredar, surat tertanggal 10 Juni 2020 tersebut disampaikan kepada seluruh pemegang saham, baik Kookmin Bank yang memiliki saham 22 persen maupun pemegang saham lainnya.

Tujuannya, untuk melaksanakan komitmen atau kesanggupan dalam rangka memenuhi kebutuhan likuiditas dan permodalan Bank Bukopin.

"Jika pemegang saham tidak dapat memenuhi komitmennya maka kelak atas investor yang akan masuk, pemegang saham tidak dapat menghalangi investor tersebut untuk memperbaiki kondisi Bank Bukopin," ujar Anto.

Anto menyebut, Kookmin Bank dengan cepat merespon surat tersebut dan menempatkan dana sebesar 200 juta dollar AS.

Baca juga: Bank Bukopin di antara Investor Lokal dan Asing

Selanjutnya, Bank Bukopin segera menyelenggarakan RUPS dan RUPS LB mengenai penetapan Kookmin Bank menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin di atas 51 persen.

"Hal ini merupakan komitmen merealisasikan penguatan permodalan dan likuiditas yang dibutuhkan Bank Bukopin. Menciptakan peluang bisnis-bisnis baru ke Indonesia," papar Anto.

OJK mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dengan berita yang memuat surat tanggal 10 juni 2020 tersebut. Pasalnya, surat itu tidak lagi sesuai dengan kondisi terakhir.

"OJK mendukung Kookmin Bank sebagai investor dan memantau pelaksanaan RUPS dan RUPS LB masuknya Kookmin Bank yang akan menjadi Pemegang Saham Pengendali Mayoritas Bank Bukopin," pungkas Anto.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X