Imbas Corona, Volume Penjualan BBM Diprediksi Merosot hingga 26 Persen

Kompas.com - 15/06/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi SPBU KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi SPBU

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) memprediksi volume penjualan BBM tahun ini diprediksi akan menurun dibanding tahun lalu.

Hal ini utamanya diakibatkan merosotnya permintaan sejak merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, pihaknya memproyeksikan sepanjang tahun ini volume penjualan BBM akan menurun hingga 26 persen dibanding tahun lalu.

Baca juga: Jumlah Lembaga Penyalur BBM Dinilai Belum Ideal

"Kalau dari masalah pendapatan revenue penjualan memang terjadi penurunan, kita sudah memprediksi sampai akhir tahun terjadi penurunan secara volume 26 persen, " ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, Senin (15/6/2020).

Selain itu, pandemi Covid-19 juga diyakini akan memukul sektor hulu Pertamina. Nicke meyakini, produksi migas di sektor hulu Pertamina juga akan mengalami penurunan.

"Penurunan harga minyak juga kena. Penjualan di hilir berkurang dan harga di hulu berkurang," kata Nicke.

Kedua hal tersebut kemudian akan berimbas kepada pendapatan perseroan. Dimana saat ini perusahaan plat merah tersebut sudah memiliki 2 perhitungan potensi penurunan pendapatan.

"Skema yang berat dengan kurs Rp 17.500 per dollar AS, revenue berkurang 38 persen, skema sangat berat Rp 20.000 per dollar AS revenue berkurang 45 persen," katanya.

Baca juga: Transisi New Normal, Konsumsi BBM Dekati Kondisi Normal

Merespon hal tersebut, Pertamina telah melakukan berbagai efisiensi di seluruh lini anak usaha.

"Kita melakukan pemangkasan, efiseinsi, 30 persen minimal untuk seluruh Pertamina grup. Baik opex maupun capex (capital expenditure/belanja modal)," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Subsidi Listrik 450 VA Dicabut, Negara Hemat Rp 22 Triliun

Subsidi Listrik 450 VA Dicabut, Negara Hemat Rp 22 Triliun

Whats New
Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Simak Cara Membuat NPWP Online, Mudah dan Cepat

Work Smart
[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

[TREN LOVE KOMPASIANA] Move On Bukan Berarti Melupakan | Kriteria Pasangan Hidup, Good Looking atau Good Attitude?

Rilis
 Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Dukung Petani, Kementan Siapkan Stok Pupuk Subsidi 3 Kali Lipat

Whats New
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Kapal di Gresik

Whats New
Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan 'Super Online Deals'

Dukung Puasa Tetap Aman dan Nyaman, ShopeePay Hadirkan "Super Online Deals"

Whats New
Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Erick Thohir Hingga Sri Mulyani Digugat di PN Jakpus, Ini Perkaranya

Whats New
Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Menko Airlangga: Praktik Korupsi Terbukti Menghambat Laju Investasi

Rilis
Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Mudik Lebaran Dilarang, KAI Masih Jual Tiket Kereta Hingga 30 April

Whats New
Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Garam Klungkung Bali Tembus Pasar AS, Omzet Penjual Capai Rp 100 Juta Per Bulan

Smartpreneur
BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

BCA Syariah Jalin Kerja Sama dengan Kemenag Untuk Kelola Dana Layanan Haji

Rilis
LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

LMKN: Tarif Royalti Musik dan Lagu di Indonesia Sudah Sangat Rendah

Whats New
Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Luhut Minta KPK Pelototi Setiap Mega Proyek Pemerintah

Whats New
Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Selama Ramadhan, KAI Izinkan Penumpang Sahur dan Buka Puasa di Kereta

Whats New
Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Ada 20 Perusahaan Dalam Proses IPO di BEI, Sektor Konsumer Paling Banyak

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X