Nasdem dan Gerindra: Target Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Terlalu Tinggi

Kompas.com - 15/06/2020, 19:15 WIB
Ilustrasi: Sejumlah anggota DPR menghadiri Rapat Paripurna masa persidangan III 2019-2020 secara langsung,  di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2020). ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAIlustrasi: Sejumlah anggota DPR menghadiri Rapat Paripurna masa persidangan III 2019-2020 secara langsung, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun 2021 menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Dalam Rapat Paripurna DPR RI hari ini, Senin (15/6/2020) Fraksi Partai Gerindra dan Partai Nasdem menilai target pemerintah tersebut terlampau tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan ketidakpastian yang disebabkan oleh pandemi virus corona (Covid-19) belum diketahui kapan akan berakhir.

"Agar penyusunan, perumusan RAPBN lebih teliti, detil, dan tertib dengan pertimbangan ekonomi dunia dan domestik di masa pandemi ini, agar target dan outlook realisasi tidak terlalu besar mengingat pandemi virus corona tidak ada yang tahu kapan berakhir dan dampak ke depannya," ujar Juru Bicara Fraksi Partai Gerindra Soepriyatno.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Masa Pandemi 8 Negara, Indonesia Paling Tinggi

"Artinya, apabila angka-angka proyeksi KEM PPKF pada 2021 khususnya proyeksi pertumbuhan ekonomi tidak dususun secara over confidence," jelas dia.

Dia mengatakan, tingginya target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam RAPBN 2021 dikhawatirkan bakal menjadi alasan defisit yang kian lebar serta meningkatkan rasio utang pemerintah.

Pasalnya, perekonomian domestik dan global masih diliputi perlambatan akibat pandemi.

Adapun Fraksi Partai Nasdem menilai, target pertumbuhan ekonomi pemerintah tersebut terlampau optimistis dan cukup tinggi.

Pasalnya, hingga saat ini pemulihan ekonomi belum berjalan baik dan belum ada kepastian mengenai ujung dari pandemi Covid-19.

"Namun demikian, Nasdem memahami pemahanan sesui dengan situasi ekonomi nasional tahun ini," jelas dia.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Selasa (12/5/2020) yang lalu sempat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) tahun 2021 pada Rapat Paripurna DPR RI.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Ditutup Negatif, Asing Banyak Lepas Saham BBCA, INCO, dan BMRI

IHSG Ditutup Negatif, Asing Banyak Lepas Saham BBCA, INCO, dan BMRI

Whats New
Swastanisasi Diklaim Bisa Buat BUMN Jadi Lebih Kompetitif

Swastanisasi Diklaim Bisa Buat BUMN Jadi Lebih Kompetitif

Whats New
Mau Beli Sukuk Ritel SR014? Begini Caranya

Mau Beli Sukuk Ritel SR014? Begini Caranya

Earn Smart
OJK: Portofolio Investasi Industri Asuransi Segera Dibatasi

OJK: Portofolio Investasi Industri Asuransi Segera Dibatasi

Whats New
Cerita 2 Perempuan Pelaku Usaha Kreatif di Indonesia di Tengah Pandemi

Cerita 2 Perempuan Pelaku Usaha Kreatif di Indonesia di Tengah Pandemi

Smartpreneur
Jasa Marga Siapkan 9 Ruas Tol untuk Dilego Melalui LPI

Jasa Marga Siapkan 9 Ruas Tol untuk Dilego Melalui LPI

Whats New
Pemerintah Buka Kemungkinan Ada Penyesuaian Tarif Listrik

Pemerintah Buka Kemungkinan Ada Penyesuaian Tarif Listrik

Whats New
Tanoto Foundation Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa di 9 Perguruan Tinggi Negeri

Tanoto Foundation Salurkan Beasiswa untuk Mahasiswa di 9 Perguruan Tinggi Negeri

Rilis
Luhut Sebut Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Hingga Double Digit

Luhut Sebut Nilai Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Hingga Double Digit

Whats New
Sri Mulyani Sarankan Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Pekan Ini

Sri Mulyani Sarankan Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan Pekan Ini

Whats New
Di Lazada, Lebih Banyak Seller UMKM atau dari Luar Negeri?

Di Lazada, Lebih Banyak Seller UMKM atau dari Luar Negeri?

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Wajib Pajak Tak Tunggu Akhir Bulan untuk Lapor SPT Pajak

Sri Mulyani Ingatkan Wajib Pajak Tak Tunggu Akhir Bulan untuk Lapor SPT Pajak

Whats New
Menteri ESDM Beberkan Tantangan Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Menteri ESDM Beberkan Tantangan Pengembangan Energi Baru Terbarukan

Whats New
Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat pada Februari 2021

Indeks Keyakinan Konsumen Meningkat pada Februari 2021

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Mengenal Perilaku 'Compulsive Shopping Disorder'| Menjadi Konsumtif yang Bijak | Hindari Bahaya Bisphenol pada Struk Belanja

[KURASI KOMPASIANA] Mengenal Perilaku "Compulsive Shopping Disorder"| Menjadi Konsumtif yang Bijak | Hindari Bahaya Bisphenol pada Struk Belanja

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X