Kemarin BUMN Sibuk Urus Pandemi, kini Dihadapkan pada Agoraphobia

Kompas.com - 16/06/2020, 05:48 WIB
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaGedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Ketidakpastian global menjadi new normal. Kehidupan baru terjadi, dan banyak perubahan.

Di sisi lain, BUMN telah menjalin kolaborasi dengan banyak aktor global, baik dari Amerika, Inggris, Jerman, maupun Tiongkok. Kerja sama dilakukan dalam kerangka investasi, joint venture, joint project, bantuan teknis, dukungan teknologi, sampai urusan rantai pasok (supply chain).

Isolasionisme tentu menghambat pertumbuhan, membatasi kemajuan dan mengubah rencana-rencana yang sudah disusun.

Namun yang sering tidak disadari adalah hadirnya kekuatan baru, yang disebut The Soft Power. Ini adalah puncak perubahan yang menghadirkan peran aktor-aktor (ekonomi, politik) baru di samping peran negara dan militer.

Dunia mengalami great shifting dari kekuatan pers sejak Johannes Gutenberg memperkenalkan mesin cetak ke kekuatan #MO (Mobilisasi dan Orkestrasi) dalam bentuk baru.

Puncaknya adalah peristiwa disrupsi yang melahirkan teknologi digital, dan menggeser cara menggunakan power dari stick & carrot (ancaman dan insentif) menjadi kekuatan daya tarik dan pengaruh yang kadang disebut new power atau the soft power.

The soft power tidak saja melahirkan tokoh-tokoh baru dengan tingkat engagement yang lolos dari radar media mainstream, melainkan juga mengukuhkan kegiatan-kegiatan ekonomi mikro yang terorganisir melalui super apps serta aktivitas DIY (Do It Yourself).

Suka atau tidak suka, The Soft Power akan mengubah business landscape yang ditekuni perusahaan-perusahaan besar, termasuk BUMN. Juga mengubah peta persepsi publik tentang ekonomi dan kekuatan yang dikandungnya.

Tantangan Strategi

Pandemi COVID 19 juga melahirkan3 tekanan strategis yang mempengaruhi masa depan suatu usaha baik dalam jangka pendek maupun panjang. Ketiganya adalah hadirnya agoraphobia, paradox of new talent, dan gelombang mega-merger.

Sekilas, agoraphobia, atau phobia pada kerumunan adalah hal yang biasa terjadi setelah makhluk sosial dibatasi aktivitasnya sekian lama di rumah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Bank BJB Sediakan Fitur Bayar Zakat Lewat Digi Cash

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

[KURASI KOMPASIANA] Antara Faktor Fungsional, Estetika, dan Emosional dalam Hobi Koleksi Barang

Rilis
Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Pengusaha yang Kena Sanksi Administratif, Bukan Berarti Hilang Kewajiban Bayar THR

Whats New
Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Harga Kedelai Dunia Alami Kenaikan, Harga Tahu dan Tempe Masih Stabil

Whats New
Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Update Jadwal CPNS 2021 dan Pengumuman Pembukaan Formasi Khusus

Whats New
Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Ada 29.296 Orang Lakukan Perjalanan Non-Mudik di Hari Kedua Larangan Mudik

Whats New
Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Viral Video Jokowi Terkait Babi Panggang Ambawang, Ini Penjelasan Mendag

Whats New
Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Tanah di Desa Cibodas, Purwakarta, Sering Kehilangan Air, Kementan Laksanakan Program RJIT

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

[KURASI KOMPASIANA] Mengapa Kita Suka Bergosip dan Bisakah Melatih Diri agar Berjarak dengan Gosip?

Rilis
Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Video Jokowi Promosikan Bipang Ambawang Viral, Mendag Minta Maaf

Whats New
BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

BUMDes Ini Kelola Pertashop, 22 Bulan Bisa Balik Modal

Whats New
Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Simak Lagi Beda Nasib PPPK dan CPNS Usai Lulus Seleksi ASN 2021

Whats New
Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Ternyata Ini Cara Petugas Mengetahui Kendaraan Pemudik atau Bukan

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

[KURASI KOMPASIANA] Kiat Atasi Mabuk Perjalanan | Cara Memilih Hotel untuk Liburan | Selagi Muda Perbanyaklah Traveling

Rilis
WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

WN China Masuk Indonesia untuk Mengerjakan Proyek Strategis

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X