Kemenkeu: 335.000 Wajib Pajak Sudah Mendapat Insentif

Kompas.com - 16/06/2020, 15:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan, hingga 12 Juni 2020 sudah ada 355.000 wajib pajak yang telah memanfaatkan insentif perpajakan. Insentif tersebut digelontorkan pemerintah dalam rangka meredam dampak virus corona (Covid-19).

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo secara lebih rinci menjelaskan, untuk insentif berupa Pajak Penghasilan (PPh) 21 atau pajak gaji karyawan yang ditanggung pemerintah, sudah ada 103.000 wajib pajak yang mengajukan.

"Dari KLU (Kelompok Lapangan Usaha) yang memanfaatkan sudah sekitar hampir 90 persen dari KLU dari sektor yang diberikan fasilitas telah melaporkan untuk memanfaatkan PPh pasal 21 untuk karyawan," jelas Suryo ketika memberikan paparan, Selasa (16/6/2020).

Baca juga: Kemenkeu Jamin Imbal Hasil ORI017 Dibayar Tiap Bulan, jika Tidak....

Adapun untuk PPh pasal 22 impor, terdapat 8.700 wajib pajak yang telah mengajukan permohonan. Jika dibandingkand dengan jumlah KLU, sebanyak 72 persen persen wajib pajak telah mendapatkan isentif untuk PPh pasal 22 impor.

Adapun untuk PPh pasal 25 sekitar 47.500 wajib pajak yang telah mengajukan permihinan insentif.

"83 persen dari sektpr yang diberikan insentif sudah memanfaatkan pengurangan PPh pasal 25," jelas Suryo.

Suryo pun menjelaskan, untuk PPh final UMKM atau PP 23, terdapat 192.000 UMKM yang telah memanfaatkan.

"Untuk restitusi dipercepat, yang jumlah resitusi dari Rp 1 miliar menjadi Rp 5 miliar, ada 3.816 pengusaha yang minta pengajuan restitusi," jelas Suryo.

"Dari total itu 355.000 sudah disetujui untuk memanfaatkannya," ujar dia.

Lebih lanjut, Suryo mengajak wajib pajak untuk memanfaatkan insentif yang diberikan pemerintah. Pasalnya, menurut dia masih banyak pelaku usaha yang belum mengajukan permohonan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mendapatkan insentif atau kelonggaran pembayaran pajak dari pemerintah.

"Beberapa jenis (insentif) sudah dibuka pemeritah. Silahkan dimanfaatkan dan pemanfaatannya tidak susah, cukup melalui aplikasi (sehingga) tidak perlu ke kantor pajak," jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah memperluas insentif pajak mencapai Rp 123,01 triliun. Insentif itu meliputi pengurangan pajak penghasilan (PPh) pasal 21, pembebasan PPh final untuk UMKM, pembebasan PPh Pasal 22 Impor, relaksasi angsuran PPh Pasal 25 sebesar 20 persen hingga pengembalian pendahuluan PPN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Volume Impor Tinggi, Utilisasi Kapasitas Industri Baja Nasional Rendah

Volume Impor Tinggi, Utilisasi Kapasitas Industri Baja Nasional Rendah

Whats New
[Kompasianival 2022 Better Lifestyle] Kendaraan Listrik: Masa Depan atau Tren Sesaat?

[Kompasianival 2022 Better Lifestyle] Kendaraan Listrik: Masa Depan atau Tren Sesaat?

Rilis
Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Rampung Sesuai Jadwal

Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Rampung Sesuai Jadwal

Whats New
Laba Bersih PertaLife Insurance di Kuartal-III 2022 Melonjak 71,04 Persen

Laba Bersih PertaLife Insurance di Kuartal-III 2022 Melonjak 71,04 Persen

Rilis
Hasil Riset Menemukan Perusahaan Startup Masih Kesulitan Rekrut dan Pertahankan Karyawan

Hasil Riset Menemukan Perusahaan Startup Masih Kesulitan Rekrut dan Pertahankan Karyawan

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dimulai, Ini Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan

Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dimulai, Ini Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan

Work Smart
Jelang Akhir Tahun, Berikut Kebutuhan Elektronik Penunjang Liburan yang Bisa Dibeli di TikTok Shop Grand Sale 12.12 Beserta Promonya

Jelang Akhir Tahun, Berikut Kebutuhan Elektronik Penunjang Liburan yang Bisa Dibeli di TikTok Shop Grand Sale 12.12 Beserta Promonya

BrandzView
Tantangan Keamanan Siber yang Dihadapi Perusahaan di Indonesia

Tantangan Keamanan Siber yang Dihadapi Perusahaan di Indonesia

Whats New
Soal Rencana Pemerintah Mau Bagi-bagi Rice Cooker, Sri Mulyani: Nanti Kami Diskusikan Dulu...

Soal Rencana Pemerintah Mau Bagi-bagi Rice Cooker, Sri Mulyani: Nanti Kami Diskusikan Dulu...

Whats New
Kemenaker Ingatkan Pengambilan BSU di Kantor Pos Berakhir 20 Desember 2022

Kemenaker Ingatkan Pengambilan BSU di Kantor Pos Berakhir 20 Desember 2022

Whats New
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pelita Air Tingkatkan Frekuensi Penerbangan

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pelita Air Tingkatkan Frekuensi Penerbangan

Whats New
Luhut: Pajak Kita Naik Bukan Datang Tiba-tiba dari Batu, Itu Kinerja UMKM

Luhut: Pajak Kita Naik Bukan Datang Tiba-tiba dari Batu, Itu Kinerja UMKM

Whats New
Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Whats New
Aset Kripto Bakal Diawasi OJK dan BI, Indodax: Kami Berharap Cepat Diputuskan

Aset Kripto Bakal Diawasi OJK dan BI, Indodax: Kami Berharap Cepat Diputuskan

Whats New
Sri Mulyani Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sangat Ambisius

Sri Mulyani Akui Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 Sangat Ambisius

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.