4 Tips Memilih DPLK untuk Para Freelancer

Kompas.com - 16/06/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi dana pensiun Shutterstock.comIlustrasi dana pensiun

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyisihkan dana pensiun untuk kebutuhan masa depan menjadi langkah yang tepat selain menyisipkan tabungan untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi saat ini sudah banyak lembaga keuangan yang menawarkan berbagai instrumen dengan cara yang mudah dengan potongan gaji yang tidak terlalu besar.

Namun saat ini sangat sedikit para Freelancer yang telah menyiapkan dana untuk persiapan hari tuanya. Kebanyakan dari mereka berpikir, dana pensiunan hanya dibutuhkan untuk para karyawan yang bekerja di suatu perusahaan saja.

Financial Planner & Educator Aliyah Natasha mengatakan setiap orang perlu untuk menyiapkan dana pensiunan. Bukan hanya para pegawai perusahaan, tapi mulai dari pengusaha, freelance hingga siapapun juga harus memiliki dana untuk hari tua.

Baca juga: IHSG Bergejolak, Dana Pensiun Diminta Masuk ke Pasar Saham

"Dana pensiunan bisa membantu kita dalam bertahan hidup untuk masa depan tanpa harus bekerja lagi, oleh sebab itu tidak hanya pegawai perusahaan saja yang harus memilikinya tapi siapapun bisa," ujarnya saat press converence secara virtual, Selasa (16/6/2020).

Aliyah juga mengatakan bukanlah perkara yang mudah untuk memilih lembaga keuangan yang memiliki penawaran instrumen untuk keperluan pensiunan. Apalagi saat ini banyak sekali lembaga-lembaga yang bodong yang suka menipu para nasabahnya.

Aliyah menyebut ada 4 tips cara untuk memilih Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) untuk para pengusaha atau Freelancer.

Pertama adalah cari dari beberapa sumber mengenai DPLK yang ada. Aliyah menyebut biasanya akan ada beberapa perusahaan atau lembaga keuangan yang menawarkan beberapa program DPLK.

"Kedua, cek reputasi masing-masing setiap DPLK. Setelah mencarinya di beberapa sumber, sebut saja di internet, biasanya kita akan menemukan berbagai informasi dan pada saat mencarinya biasanya kita sudah memiliki bayangan DPLK seperti apa yang kita mau dan kita incar," katanya.

Lalu yang ketiga apabila sudah ada DPLK yang sudah dilirik, cari lagi semua informasi mengenai DPLK tersebut. Gali informasi seputar apakah ada yang mengklaim DPLK tersebut atau tidak.

 

Baca juga: Soal Dana Pensiun, DPLK Bisa Jadi Opsi

Aliyah mengatakan hal ini penting, karena dengan adanya informasi klaim terhadap DPLK tersebut bisa melihat apakah DPLK yang diincar tadi bobrok atau tidak.

"Keempat setelah kita sudah memastikan tidak adanya klaim untuk DPLK yang kita incar tadi, cek fleksibilitas dalam menentukan jumlah investasi atau iuran perbulannya lalu cocokkan dengan kemampuan kita," katanya.

Aliyah menyebut dengan mencocokan antara pendapatan dengan biaya iurannya bisa sangat membantu kita dalam membuat rincian keuangan. Jangan sampai biaya iuran yang dikeluarkan untuk DPLK tersebut lebih besar dari pendapatan, bisa-bisa tidak adanya alokasi untuk belanja sehari-hari.

"Apalagi freelancer atau pengusaha itu pendapatannya tidak stabil, kadang tinggi kadang rendah. Makanya harus dipilih dan dicocokkan sesuai dengan kemampuan kita," jelas dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X