PT Nindya Karya Buka Lowongan Kerja untuk S1, Simak Persyaratannya

Kompas.com - 17/06/2020, 07:30 WIB
Ilustrasi pekerja kantor ShutterstockIlustrasi pekerja kantor
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Nindya Karya (Persero) membuka kesempatan berkarir bagi lulusan Dimploma (D3) atau Sarjana (S1) yang berasal dari jurusan Komunikasi.

Mengutip dari situs resminya, Rabu (16/6/2020), perusahaan BUMN yang bergerak di bidang Jasa Konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) dan investasi ini membuka lowongan hingga tanggal 21 Juni 2020.

Bagi calon pelamar yang tertarik untuk mendaftar dapat mengirimkan file seperti Curriculum Vitae (CV), Daftar riwayat hidup, daftar riwayat karir, portofolio, KTP, Ijazah dan transkrip nilai terakhir, SKCK, surat keterangan sehat dan pas foto ukuran 4x6 latar berwarna biru dalam format PDF ke email recruitment@nindyakarya.co.id dengan format Nama terakhir_pendidikan terakhir_kode lowongan.

Baca juga: Sri Mulyani: Realisasi Anggaran Kesehatan Masih Kecil, Baru 1,54 Persen

Sementara itu untuk posisi yang dibutuhkan adalah Bagian Humas dengan kode 05HS.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi adalah:

1. Usia maksimal 28 tahun

2. Pendidikan D3 / S1, diutamakan Jurusan Komunikasi / Broadcasting / Jurnalistik / Desain Komunikasi Visual

3. Memiliki pengalaman sebagai Desainer Grafis dan Video Grafis

4. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris

5. Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer (Word, Excel, Power Point, Photoshop, Adobe Illustrator. Adobe After Effect, Adobe Premiere, Adobe Indesign dan aplikasi olah data atau olah desain lainnya)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

BLT UMKM Sudah Masuk Tahap II, Bagaimana Skema Pencairan?

Whats New
373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

373.745 Orang Masuk Daftar Hitam Kartu Prakerja, Ini Sebabnya

Whats New
Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Menaker ke Pendemo UU Cipta Kerja: Kalau Tidak Puas, Bisa Digugat ke MK!

Whats New
7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

7 Kota di Indonesia yang Dibangun Penjajah Belanda dari Nol

Whats New
Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Omzet Anjlok Selama Pandemi, Aulia: Bersyukur Banget Dapat Bantuan dari Pak Presiden Ini...

Smartpreneur
Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Milenial juga Bisa Beli Rumah Sendiri, Ikuti 4 Cara ini!

Earn Smart
Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Menaker Jamin UU Cipta Kerja Tetap Sejahterakan Buruh

Whats New
Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Kemenperin: Halal Bukan Karena Masalah Agama, Sekarang Jadi Fesyen

Whats New
Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Ulin Yusron, Influencer Jokowi yang Jadi Komisaris BUMN ITDC

Whats New
[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

[POPULER MONEY] Cara Daftar BLT UMKM bagi yang Tak Punya Rekening | Luhut Geram Gantungan Baju Pun Impor

Whats New
Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Ada BLT UMKM Tahap II, Ini Syarat hingga Cara Mendapatkannya

Whats New
BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

Whats New
DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Whats New
Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Whats New
Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X