Hartadinata Abadi Bukukan Laba Bersih Rp 150,25 Miliar Tahun 2019

Kompas.com - 17/06/2020, 12:16 WIB
Salah satu koleksi perhiasan Dari Hartadinata untuk Indonesia oleh PT Hartadinata Abadi, Tbk yang dipamerkan dalam peluncurannya di Hotel Mulia Senayan, Selasa (17/4/2018). KOMPAS.com/Nabilla TashandraSalah satu koleksi perhiasan Dari Hartadinata untuk Indonesia oleh PT Hartadinata Abadi, Tbk yang dipamerkan dalam peluncurannya di Hotel Mulia Senayan, Selasa (17/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), produsen dan penyedia perhiasan emas mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tahun 2019 sebesar Rp 150,25 miliar, naik 21,3 persen dibanding laba bersih tahun 2018 sebesar Rp 123,81 miliar.

Sandra Sunanto, Chief Executive Officer PT Hartadinata Abadi mengatakan, pertumbuhan laba bersih terdorong dari kenaikan pendapatan sebesar 17,8 persen atau Rp 3,24 triliun.

Menurut Sandra, kenaikan pendapatan tidak hanya karena kenaikan harga emas tahun 2019 saja, namun juga karena peningkatan volume penjualan kepada pihak wholesaler sebesar 9,3 persen. Selain itu, pertumbuhan pendapatan didorong oleh kenaikan penjualan dari toko Hartadinata sebesar 18,4 persen (tahun 2019).

Baca juga: KPEI Catatkan Laba Bersih Rp 104,32 Miliar Tahun Buku 2019

“Kami memperluas penetrasi pasar di Indonesia dengan menambah jumlah gerai toko emas ACC hingga 44 gerai secara nasional. Ke depannya kami menargetkan peningkatan toko emas ACC hingga mencapai 100 unit pada tahun 2021,” kata Sandra melalui siaran media, Rabu (17/6/2020).

Untuk memperkuat segmen pasar menengah keatas, Hartadinata telah membuka 3 toko Claudia Perfect Jewellery dan 2 toko Celine Jewellery yang fokus pada perhiasan berlian mewah, serta 3 toko ACC Premium yang fokus pada perhiasan emas kadar tinggi.

Selama tahun 2019, peningkatan penjualan perseroan didominasi oleh pasar perhiasan kadar rendah untuk segmen kelas menengah bawah dengan kontribusi 68,6 persen terhadap total produk yang dipasarkan perseroan.

Pencapaian tersebut terjadi kerena inisiatif perseroan yang gencar melakukan penetrasi pasar termasuk product and market development. Perseroan juga memperkuat Divisi Research and Design guna meningkatkan kualitas produk.

“Semakin tingginya harga emas di tahun 2019, membuat perseroan mempertimbangkan untuk tetap mempertahankan penetrasi produk di pasar kelas ini (menengah bawah),” jelasnya.

Untuk rencana jangka panjang, perseroan juga terus memperluas jaringan gadai di bawah merek PT Gadai Cahaya Abadi (GCDA) yang sudah berijin OJK. Perseroan berencana akan menambah jumlah gerai GCDA di provinsi Jawa Barat, dari sebelumnya 8 gerai menjadi 15 gerai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X