PLN Sebut Ada 8,3 Juta Unit Meter Listrik Berusia di Atas 15 Tahun

Kompas.com - 17/06/2020, 15:41 WIB
Konsumsi Listrik Naik - Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4/2014). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt.



Kompas/Iwan Setiyawan (SET)

28-04-2014



DIMUAT 29/4/14 HAL 18 *** Local Caption *** Konsumsi Listrik Naik - Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt.



Kompas/Iwan Setiyawan (SET)

28-04-2014

KOMPAS/IWAN SETIYAWANKonsumsi Listrik Naik - Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4/2014). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt. Kompas/Iwan Setiyawan (SET) 28-04-2014 DIMUAT 29/4/14 HAL 18 *** Local Caption *** Konsumsi Listrik Naik - Warga memasukkan nomer token untuk mengisi pulsa prabayar pada meter listrik di rumahnya di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Senin (28/4). Cuaca panas di musim pancaroba membuat konsumsi listrik naik karena tingginya frekuensi penggunaan pendingin ruangan dan mesin pompa air. Kondisi ini membuat beban puncak sistem kelistrikan Jawa, madura, dan Bali, mencapai rekor tertinggi sebesar 22.974 megawatt. Kompas/Iwan Setiyawan (SET) 28-04-2014

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) menyatakan, masih terdapat jutaan unit meter kWh atau meter listrik pelanggan yang berusia di atas 15 tahun.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, sampai dengan 15 Juni 2020, pihaknya telah mengganti 7,7 juta unit kWh meter yang sudah berusia di atas 15 tahun.

Namun, masih terdapat 8,3 juta unit kWh meter berusia lebih dari 15 tahun belum diganti atau di menjalani tera ulang.

Baca juga: Ombudsman Minta PLN Tingkatkan Kualitas Petugas Pencatat Meter Listrik

"Sisanya sebanyak 8,3 juta meter sedang dalam proses (pembaruan)," katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (17/6/2020).

Padahal, dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 Tahun 2014, setiap unit kWh yang sudah berusia di atas 15 tahun, perlu menjalani tera ulang.

Pasalnya, unit kWh meter yang sudah melewati masa penggunaan, maka tingkat akurasi pengukurannya mengalami penurunan.

Zulkifli menjelaskan, pihaknya lebih memilih mengganti unit meter kWh yang usang dengan yang baru, dibanding melakukan tera ulang.

Baca juga: Di Hadapan DPR, Bos PLN Bantah Ada Kenaikan Tarif Listrik dan Subsidi Silang

Sebab, menurutnya biaya tera ulang dengan penggantian unit baru tidak jauh berbeda.

"Biaya untuk tera ulang hampir sama dengan melakukan penggantian meter," ujarnya.

Dalam proses pemasangan, Zulkifli memastikan setiap unit baru yang akan dipasang sudah dilakukan pengecekan tera oleh Direktorat Metrologi Kementerian Perdagangan.

"PLN dan Kemendag terus berkoordinasi untuk melakukan tera ulang," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X