Ada Kasus Baru Corona, 1.255 Penerbangan di Beijing China Dibatalkan

Kompas.com - 17/06/2020, 16:38 WIB
Maskapai penerbangan China Eastern. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOMaskapai penerbangan China Eastern.

BEIJING, KOMPAS.com - Lebih dari 1.000 penerbangan dari dan ke dua bandara di Beijing, China dibatalkan pada Rabu (17/6/2020). 

Pembatalan penerbangan dilakukan sejalan dengan langkah otoritas setempat untuk mencegah kemungkinan gelombang kedua virus corona

Dilansir dari South China Morning Post, sebanyak 1.255 penerbangan yang seharusnya lepas landas dan mendarat di Bandara Internasional Beijing Daxing dan Bandara Internasional Beijing Capital dibatalkan. 

Baca juga: Garuda Indonesia Masih Tutup Penerbangan ke Timur Tengah dan China

Hal ini berdasarkan data Flight Master. Angka tersebut setara dengan dua pertiga lalu lintas penerbangan di dua bandara itu. 

Data pembatalan penerbangan pun telah dilaporkan di laman Global Times milik Partai Komunis China. 

Langkah untuk kembali menerapkan pembatasan penerbangan berisiko mengganggu pemulihan pasar penerbangan domestik China. 

Para analis menyatakan, pasar penerbangan domestik China mengalami perbaikan paling mengesankan di antara negara-negara lainnya sejak pandemi virus corona. 

"Kembalinya pandemi di Beijing membawa guncangan baru pada industri penerbangan domestik (China)," kata Lin Zhijie, pakar di Aviation Think Thank. 

Baca juga: Trump Larang Maskapai China Masuk AS mulai 16 Juni

"Dalam beberapa hari terakhir, jumlah penerbangan telah anjlok sekira 20 persen. Sekarang Beijing meningkatkan larangan dan mewajibkan calon penumpang membuktikan mereka telah menjalani tes virus (corona) sebelum terbang, maka akan ada penurunan 20 persen lagi," imbuh Lin.

Pembatalan penerbangan dilakukan setelah Beijing menaikkan level respons darurat kembali ke II dari III pada Selasa (16/6/2020) malam. Ini terjadi pasca kasus baru virus corona naik menjadi 137 sejak Kamis pekan lalu. 

Kasus baru corona di Beijing tersebut dilacak berasal dari pusat penjualan bahan makanan Xinfadi di Beijing, di mana ribuan ton sayuran, buah-buahan, dan daging diperdagangkan setiap harinya. 

Warga Beijing yang diidentifikasikan berisiko menengah hingga tinggi dilarang meninggalkan kota. 

Adapun seluruh warga Beijing diimbau tidak keluar rumah kecuali ada keperluan mendesak. 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X