Kuartal I 2020, PLN Rugi Rp 38,88 Triliun, ini Penyebabnya

Kompas.com - 17/06/2020, 16:52 WIB
Ilustrasi dok PLNIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) melaporkan, pada kuartal I-2020 kinerja keungan perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 38,88 triliun. Realisasi tersebut lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun 2019, dimana PLN berhasil meraup laba bersih Rp 4,1 triliun.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, hal tersebut diakibatkan sempat tertekannya kurs rupiah terhadap dollar AS pada Maret 2020. Total kerugian yang diakibatkan mata kurs mata uang asing mencapai Rp 51,97 triliun.

"Pada saat itu nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 16.367 per dollar AS. Dibandingkan dengan 31 Desember 2019 sebesar Rp 14.244 per dollar AS, maka berdasarkan PSAK 10, perusahaan berkewajiban untuk mencatat selisih kurs sebesar Rp 51,97 triliun," tuturnya dalam rapat dengar pendapat Komisi VII DPR RI, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: PLN Sebut Ada 8,3 Juta Unit Meter Listrik Berusia di Atas 15 Tahun

Hal tersebut mengakibatkan kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2020 mengalami rugi sebesar Rp 38,88 triliun.

Kendati demikian, Zulkifli menyebutkan, pihaknya masih mampu membukukan laba usaha Rp 6,81 triliun, EBITDA positif Rp 16,93 triliun dan EBITDA margin 19,78 persen.

Selain itu, Zulkifli juga melaporkan, pendapatan perseroan pada kuartal I-2020 masih tumbuh 5,08 persen atau Rp 3,4 triliun dari Rp 66,85 triliun pada kuartal I-2019 menjadi Rp 70,25 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penjualan Listrik Naik

Kemudian, volume penjualan listrik juga mengalami kenaikan sebesar 4,62 persen atau 2,727 gigawatt hour dibandingkan dengan 59,059 gigawatt pada kuartal I-2019, menjadi 61,785 gigawatt pada kuartal I-2020.

Pelanggan PLN juga masih tumbuh hingga akhir Maret mencapai 76,5 juta, bertambah 3,57 juta dari posisi akhir Maret 2019 sebesar 72,77 juta pelanggan.

Baca juga: PLN: 65.786 Pelanggan Lakukan Pengaduan Tagihan Listrik yang Naik

Lalu, rasio elektrifikasi naik dari 98,89 persen pada akhir tahun lalu menjadi 98,93 persen pada Maret 2020.

Dengan melihat pencapaian-pencapaian tersebut, Zulkifli menilai realisasi kinerja perseroan pada kuartal I-2020 masih positif.

"Kecuali akibat kurs yang melemah tadi, sesuai PSAK 10, harus kami catat sebagai akhirnya kerugian accounting," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.