Pemerintah Sebut 500 TKA Asal China Tenaga Ahli Mesin dan Teknisi

Kompas.com - 18/06/2020, 14:51 WIB
Ilustrasi Tenaga Kerja SHUTTERSTOCK.com/SORN340 IMAGESIlustrasi Tenaga Kerja

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 500 tenaga kerja asing (TKA) China yang didatangkan ke Indonesia dan bekerja di pabrik smelter Konawe, Sulawesi Tenggara merupakan tenaga ahli profesional.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Aris Wahyudi..

" TKA China yang datang itu levelnya profesional, engineer dan teknisi," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Pemerintah Klaim TKA China yang Masuk Akan Bantu Pekerja Lokal

Alasan pemerintah menyetujui masuknya TKA China tersebut karena keahliannya dibutuhkan oleh kedua perusahaan, yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel sebagai pengaju permohonan kepada pemerintah melalui Kemenaker.

"Ini ibaratnya baru pembangunan pabrik atau instalasi infrastruktur pabrik maka dibutuhkan para tenaga kerja China itu. Karena bahasanya (di mesin) smelter atau produk-produk China, cuma China yang tahu. Mau orang Indonesia, sekalipun profesor teknik enggak bakalan bisa," jelas Aris lagi.

Kendati demikian, Aris memastikan tenaga kerja lokal akan mendampingi serta mempelajari keahlian dari para TKA China itu, selama proses pembangunan smelter. Nantinya, tenaga kerja Indonesia yang akan mengelola perusahaan tersebut ketika sudah beroperasional penuh serta memahami teknologi asal China itu.

"Ini nanti ada tenaga pendampingnya dari Indonesia, di-handle nanti sama orang Indonesia, kemudian TKA China itu balik kanan," ucapnya.

Baca juga: Awal Juli, 500 TKA Asal China Bakal Datang ke Indonesia?

Pemerintah juga memastikan bahwa TKA China ini nantinya hanya bekerja selama masa kontrak 6 bulan, sekaligus diawasi oleh Tim Pengawas Orang Asing (Pora) yang dikomandani oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"Mereka kan hanya jangka pendek, maksimum 6 bulan. Setelah 6 bulan mereka harus pulang. Kalau enggak pulang nanti ditangkap oleh pegawai pengawas dari Tim Pora. Ini komandannya dari Kemenkum HAM," katanya.

Sebagai informasi, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi berubah sikap soal 500 tenaga kerja asing asal China yang akan membangun smelter di daerahnya. Ali memperbolehkan masuknya 500 TKA asal China itu karena sudah ada izin dari pemerintah pusat.

Setelah diizinkan, 500 TKA asal China itu akan datang secara bertahap ke Konawe. Pada tahap pertama, ada 146 tenaga kerja yang didampingi empat tenaga medis. Mereka dijadwalkan tiba pada 23 Juni 2020.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X