Sri Mulyani: Pemerintah Berharap Perekonomian 2020 Tidak Merosot Tajam

Kompas.com - 18/06/2020, 17:00 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

Sebab, kuartal II tahun ini diproyeksikan akan menjadi masa terberat bagi kinerja perekonomian RI.

"Apabila langkah mitigasi dan pemulihan ekonomi pada tahun 2020 dapat berjalan secara efektif dan baik, maka momentum pemulihan ekonomi diharapkan akan terus berlanjut pada tahun 2021," kata dia.

Sebelumnya, Sri Mulyani sempat memproyeksi realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tahun ini akan mengalami kontraksi hingga -3,1 persen.

Baca juga: KKP Soal Budidaya Lobster: Masyarakat Lokal Harus Dapat Porsi Besar

Untuk menunjang kinerja perekonomian di kuartal berikutnya, pemerintah kembali meningkatkan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.

Pemerintah menganggarkan Rp 695 triliun untuk penanganan dampak pandemi Covid-19. Anggaran tersebut tersebar untuk peningkatan stimulus di bidang kesehatan, stimulus perpajakan hingga bantuan pembiayaan untuk UMKM.

Baca juga: Pemerintah Sebut 500 TKA Asal China Tenaga Ahli Mesin dan Teknisi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X