Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Ridwan Kamil, Hobi Urban Farming dan Raih Penghargaan Google

Kompas.com - 18/06/2020, 19:26 WIB
Fika Nurul Ulya,
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Tim Redaksi

 

Dilanjutkan saat jadi walikota

Kendati tak lagi aktif secara fisik dalam komunitas, Emil masih melanjutkan budaya bercocok tanam dan membuat kota berkebun saat didapuk menjadi Walikota.

Dia bercerita, ada salah satu kampung kumuh yang tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam. Namun, ada solusi untuk kampung itu.

"Lalu apa yang dilakukan? Di kampung itu ada sungai. Jadi bagian atas sungainya ditutup dengan bambu-bambu. Di atas sungai akhirnya ditanam kangkung, cabai. Lumayan," papar Ridwan.

Baca juga: Kiat Subarkat Mendulang Rupiah dengan Berkebun di Tanah Orang

Bahkan saat ini, Emil mengubah dan memanfaatkan pekarangan kantor dan rumah dinas menjadi lahan tanaman.

Di situ dia menanam berbagai sayur mayur, mulai dari strawberry hingga tomat-tomat kecil. Lumayan bisa menghemat pengeluaran, katanya.

"Saya dulu sempat usulin lahan bandara jadi kebun bayam dan sayur daripada enggak terurus cuma rumput. Hjaunya sama, tingginya hanya 2-3 jengkal tapi bisa diubah jadi uang. Lahan-lahan kosong di kota itu banyak, cuma mengubah mindset susah, ya," ujar Emil.

Momentum saat pandemi

Emil berujar, urban farming seolah menemukan momentumnya kembali saat pandemi Covid-19. Banyak masyarakat yang akhirnya memilih berkebun saat tak ada lagi yang bisa dikerjakan.

Pasalnya, bercocok tanam mampu mengurangi suhu panas bila dilakukan secara massal. Mengacu pada penelitian dari IPB, menghijaukan alias menanam berbagai tanaman di seluruh atap gedung dapat menurunkan suhu panas.

Dengan begitu, isu krisis pangan bukan lagi menjadi masalah.

"Jadi kalau seluruh gedung itu konsisten dijadikan urban farming, sekian persen suplai makanan sayuran bisa dihasilkan sendiri sehingga tidak perlu repot-repot mengandalkan sistem yang ada sekarang," pungkas Emil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Dentsu Creative Indonesia Sabet Penghargaan Kreatif di Citra Pariwara

Dentsu Creative Indonesia Sabet Penghargaan Kreatif di Citra Pariwara

Whats New
Cara Setor Tunai BNI di ATM dengan Mudah, Bisa Tanpa Kartu

Cara Setor Tunai BNI di ATM dengan Mudah, Bisa Tanpa Kartu

Spend Smart
Cara Memindahkan m-Banking BRI ke HP Baru Tanpa Harus ke Bank

Cara Memindahkan m-Banking BRI ke HP Baru Tanpa Harus ke Bank

Whats New
Super Air Jet Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

Super Air Jet Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA/SMK, Simak Persyaratannya

Work Smart
Buka Tabungan Luar Negeri Bisa di BRImo, Begini Caranya

Buka Tabungan Luar Negeri Bisa di BRImo, Begini Caranya

Whats New
Harbolnas 2023, Mendag Zulhas Ajak Konsumen Belanja Produk-produk UMKM

Harbolnas 2023, Mendag Zulhas Ajak Konsumen Belanja Produk-produk UMKM

Whats New
Ganjil Genap Berlaku di Puncak Bogor Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjil Genap Berlaku di Puncak Bogor Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Whats New
Setuju Hilirisasi Ada Kekurangan, Bahlil: Yang Namanya Kita Kaya Bayi, Jatuh Bangun Biasa...

Setuju Hilirisasi Ada Kekurangan, Bahlil: Yang Namanya Kita Kaya Bayi, Jatuh Bangun Biasa...

Whats New
Ini Deretan Promo Shopee Puncak 12.12 Birthday Sale, Jangan Terlewat!

Ini Deretan Promo Shopee Puncak 12.12 Birthday Sale, Jangan Terlewat!

Whats New
Selama Nataru, Hanya Truk BBM-Pangan yang Boleh Beroperasi

Selama Nataru, Hanya Truk BBM-Pangan yang Boleh Beroperasi

Whats New
BPDLH dan UNDP Luncurkan 'Catalytic Fund', Apa Itu?

BPDLH dan UNDP Luncurkan "Catalytic Fund", Apa Itu?

Whats New
Di Hadapan Pengusaha, Ganjar Pranowo Beberkan 3 Cara Tarik Modal Asing Masuk ke Indonesia

Di Hadapan Pengusaha, Ganjar Pranowo Beberkan 3 Cara Tarik Modal Asing Masuk ke Indonesia

Whats New
DAMRI Buka Rute Yogyakarta-Jakarta-Tangerang PP, Ini Tarifnya

DAMRI Buka Rute Yogyakarta-Jakarta-Tangerang PP, Ini Tarifnya

Spend Smart
E-Commerce RI Sedang Landai, Sinergi TikTok dan Tokopedia Bakal Jadi Angin Segar?

E-Commerce RI Sedang Landai, Sinergi TikTok dan Tokopedia Bakal Jadi Angin Segar?

Whats New
Wamenkeu: Sektor Keuangan Berperan Besar Mendukung Penurunan Emisi

Wamenkeu: Sektor Keuangan Berperan Besar Mendukung Penurunan Emisi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com