Ignasius Jonan: Saya Bukan Hanya Bisa Jalankan Kereta Api Saja...

Kompas.com - 18/06/2020, 19:40 WIB
Tak Lagi Jadi Menteri, Jonan Kini Sibuk Jadi Petani Sayur Instagram Ignasius JonanTak Lagi Jadi Menteri, Jonan Kini Sibuk Jadi Petani Sayur
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan banyak meluangkan waktunya untuk menjalankan hobi menanam (urban farming) di pekarangan rumah.

Pria yang kerap disebut-sebut sukses mengubah wajah Kereta Api Indonesia (KAI) ini mengaku menanam adalah salah satu pekerjaan yang ia kerap lakukan meski masih disibukkan dengan menjadi penasehat perusahaan dan motivator.

Bukan lulusan bidang pertanian tak menjadi halangan. Dia banyak belajar dari tutorial di internet hingga bisa menanam sampai balkon rumah.

Baca juga: Rombak Direksi BUMN, Erick Thohir: Saya Tidak Takut Diancam-diancam...

"Saya bukan hanya bisa menjalankan kereta api saja, menanam juga bisa. Ini salah satu kegiatan saya selain sebagai motivator," celotehnya dalam Marketeers Hangout, Kamis (18/6/2020).

Awal mula

Jonan bercerita, awal mula belajar bercocok tanam saat dia tak lagi didapuk jadi pejabat publik. Merasa punya banyak waktu, akhirnya dia putuskan untuk menanam tanaman hidroponik di dalam rumah.

Tanaman itu berupa kangkung, bayam, pokcoy, sawi, dan beberapa tanaman lain yang dengan masa panen tak sampai 1 bulan. Hasil panennya dimakan bersama keluarga dan dibagikannya ke tetangga. Dia bilang, bercocok tanam berkontribusi untuk mengurangi pengeluaran.

"Menanam juga untuk membuat udara di sekitar rumah jadi lebih baik. Dalam pandangan saya, kalau ini dikerjakan akan lebih baik dan jadi ketahanan pangan," tutur Jonan.

Baca juga: Sri Mulyani: Pemerintah Berharap Perekonomian 2020 Tidak Merosot Tajam

Jonan menuturkan, ada banyak cara sederhana untuk menanam hidroponik. Penggunaan paralon sebagai pengganti pot/polybag yang diandalkannya juga merupakan cara sederhana.

Kini, tanaman hidroponik di pekarangan rumah Jonan telah berkisar 1.600 tanaman (lubang pipa) dan masih ada ratusan pipa yang digantung di pagar balkon rumahnya.

"Ini kan sederhana. Pupuk saya campur sendiri. pH airnya 5,5 , jangan sampai 7. Kalau pH air lebih tinggi, itu bisa disesuaikan dengan elektrolit aki sedikit saja," sarannya.

Baca juga: BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 0,9-1,9 Persen Pada 2020

Dia pun menganjurkan anak muda untuk mengikuti jejaknya, utamanya saat masa Covid-19 belum sepenuhnya pulih. Dibanding menanam rumput atau tidak ada pekerjaan sama sekali, lebih baik menanam untuk meredakan stres dan menyehatkan tubuh.

"Saya anjurkan rekan muda walaupun lahannya terbatas, cobalah urban farming. Kalau mau mulai, yang nomor satu bisanya dari semangat atau niat dulu," kata Jonan.

Baca juga: Ini Penyebab BLT Masih Mengendap di Rekening Desa



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Whats New
BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

Rilis
Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Whats New
Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Whats New
Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Whats New
Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Whats New
Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

BrandzView
Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Whats New
Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Rilis
Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Whats New
Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Whats New
KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

Whats New
Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Whats New
Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X