New Normal, IPC Percepat Transformasi Digitalisasi di Pelabuhan

Kompas.com - 19/06/2020, 05:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memanfaatkan era tatanan normal baru atau new normal sebagai momentum untuk mempercepat pergeseran layanan kepelabuhanan ke arah digital.

Direktur Utama IPC Arif Suhartono mengatakan, proses digitalisasi akan didorong kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama para pengguna jasa.

“Transformasi menuju digitalisasi di pelabuhan itu tidak hanya terbatas pada penerapan teknologi, namun juga menyangkut proses dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Kuncinya adalah kolaborasi. Butuh komitmen kuat semua pemangku kepentingan untuk mempercepat digitalisasi kepelabuhanan,” ujaranya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Ditopang Anak Usaha, Pelindo II Raup Pendapatan Rp 3,5 Triliun

Arif menjelaskan, transformasi digital yang dilakukan IPC terbagi menjadi 2 fokus, yakni internal dan eksternal.

Di lingkup internal, IPC telah menerapkan sistemisasi dan menggunakan aplikasi digital, baik di sisi laut maupun di sisi darat yang mencakup terminal pelabuhan, pergudangan serta area pendukung lainnya.

Sementara di sisi laut, misalnya, IPC memanfaatkan teknologi inaportnet serta aplikasi digital lain seperti VMS, VTS, MOS, SIMOP untuk aktivitas labuh, kapal pandu, kapal tunda, kepil dan tambat.

Lalu, di sisi terminal ada aplikasi TOS, NPK TOS, dan Car Terminal Operating untuk kegiatan bongkar muat serta pemindahan barang.

Baca juga: IPC Siapkan Skenario New Normal di Pelabuhan

Sedangkan di area pendukung IPC sudah memanfaatkan aplikasi Behandle Operating System, Warehouse Operating System, serta Autogate System.

Untuk eksternal, khususnya pengguna jasa, IPC sudah memperkenalkan platform e-Service yang memudahkan pelayanan secara online.

 

E-service tersebut di antaranya layanan registrasi, booking, billing, tracking, pembayaran, dan pengaduan pelanggan (e-care).

"Di era normal baru ini, pemanfaatan platform e-Service akan diperkuat. Kami mendorong pengguna jasa terus memanfaatkan e-Service dan melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baru yang sesuai dengan penerapan protokol kesehatan, di mana aktivitas pertemuan langsung atau tatap muka diminimalisir,” tutur Arif.

Baca juga: Mudik Dilarang, IPC Siap Hentikan Layanan Terminal Penumpang Tanjung Priok

Lebih lanjut Arif menuturkan, pihaknya sejak lima tahun lalu sudah memperkenalkan Port Community System (PCS) yang bisa digunakan sebagai platform bersama bagi semua pemangku kepentingan di pelabuhan.

PCS merupakan sebuah sistem yang bisa memfasilitasi pertukaran informasi, data dan dokumen secara cepat dan mudah.

“Namun pemanfaatannya memang belum secepat yang diharapkan, karena mengubah kebiasaan-kebiasaan lama. Saya yakin era normal baru ini mendorong kita semua untuk mengarah pada pemanfaatan platform digital yang akan mempercepat semua pelayanan di pelabuhan,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.