Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mencermati Langkah Telkom Seriusi Bisnis Digital

Kompas.com - 19/06/2020, 07:30 WIB
Bambang P. Jatmiko

Editor

KOMPAS.com - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain seremoni pengesahan laporan keuangan dan lainnya, momen ini juga yang paling ditunggu-tunggu untuk melihat langkah Telkom ke depannya.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor teknologi, Telkom memang tengah menghadapi perubahan besar dalam lanskap bisnisnya.

Memang tak dimungkiri, saat ini bisnis telekomunikasi masih menjadi tulang punggung bagi BUMN ini. Namun belum tentu dalam beberapa tahun ke depan bisnis tersebut masih memberikan kontribusi besar.

Baca juga: Tips dari Direktur Telkom agar UMKM Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Hadirnya platform digital yang menawarkan layanan serupa dengan harga yang jauh lebih murah, akan mendisrupsi bisnis emiten berkode TLKM ini.

Sebut saja WhatsApp yang menawarkan layanan suara (voice) dan teks. Satu aplikasi ini saja sudah mampu menggerogoti bisnis Telkomsel.

Ke depan tentu akan semakin banyak layanan yang ditawarkan berbagai platform digital, yang membuat konsumen semakin punya banyak pilihan. Jika tidak ada antisipasi, lambat laun layanan Telkom ketinggalan jaman.

Layanan Digital

Telkom sejak beberapa tahun lalu memang sudah punya sejumlah inisiatif untuk mengembangkan bisnisnya. Tak dimungkiri, ada banyak cerita suram. Namun tak sedikit inisiatif bisnis yang digagas Telkom bersinar.

Seperti halnya layanan meeting UmeetMe. Layanan yang digagas Telkom sejak beberapa tahun lalu ini, semakin menemukan relevansinya ketika dunia memasuki masa pandemi Covid-19. Meski diakui, pangsa pasar layanan meeting online ini masih di bawah Zoom dan Webex.

Telkom juga telah mendirikan perusahaan ventura, MDI Venture yang baru-baru ini menyiapkan dana hingga 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 7 triliun. Tujuannya untuk menjaring berbagai startup yang potensial bagi keberlanjutan bisnis perseroan.

Ke depan Telkom akan menghadapi tantangan yang bisa dibilang tak ringan. Tak cukup kiranya bisnis perusahaan ini hanya bertumpu pada layanan telekomunikasi. Perseroan harus siap masuk ke bisnis digital dengan lebih serius.

Hal ini pula yang ditunggu oleh para investor. Terbukti, ketika ada kabar bahwa millenial dari startup, Fajrin Rasyid akan diangkat menjadi direksi perseroan, harga saham emiten berkode TLKM terus reli sejak awal pekan ini.

Baca juga: Masuk Kandidat Direksi Telkom, Ini Komentar Fajrin Rasyid

Bergabungnya Fajrin dinilai bisa memperkuat strategi bisnis digital yang dijalankan Telkom, yang sebelumnya telah didorong oleh jajaran manajemen yang dipimpin oleh Dirut Telkom Ririek Adriansyah dan Komut Rhenald Kasali.

Tak Boleh “Kaleng-kaleng”

Melihat tantangan yang tak ringan, Telkom memang membutuhkan sesuatu yang tak boleh kaleng-kaleng. Ya bisnisnya, ya manajemennya.

Cukuplah Telkom mengalami kegagalan dalam bisnisnya di waktu-waktu sebelumnya. Entah karena salah urus, maupun memang ada motif lain. Ke depan, bisnis tak bisa lagi dibuat main-main karena menjadi pertaruhan untuk masa depan perseroan.

Pun dengan manajemennya. Kita tahu bahwa posisi top management BUMN—utamanya komisaris—kerap diisi oleh mereka yang dianggap “berjasa”.

Namun, pemegang saham harusnya sudah mulai menyaring bahwa BUMN ini butuh orang-orang yang capable di industri digital yang menjadi masa depan bisnis perseroan.

Tanpa orang-orang yang berkompeten, mungkin tinggal tunggu waktu saja bisnis Telkom akan kehiangan relevansinya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com