Kompas.com - 19/06/2020, 18:30 WIB
ilustrasi dompet digital shutterstockilustrasi dompet digital

KOMPAS.com – Bagi orang yang memiliki berbagai cicilan atau tagihan, baik itu listrik, air, hingga kartu kredit, membayar tepat waktu adalah upaya penting untuk menghindari pengeluaran berlebih.

Pasalnya, telat membayar berarti bersiap menerima konsekuensi tambahan bunga, penalti, atau tambahan tagihan lainnya.

Meski demikian, membayar tagihan di masa pandemi Covid-19 sekarang ini bisa menjadi tantangan tersendiri agar tetap terhindar dari penyakit yang belum ditemukan vaksinnya ini.

Terlebih, kini pemerintah telah pelan-pelan mulai membuka aktivitas ekonomi masyarakat di masa transisi yang disebut kenormalan baru atau new normal.

Lewat kebijakan itu, pegawai baik dari aparatur sipil negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta akan mulai masuk kantor.

Baca juga: Dukung Anjuran BI untuk Transaksi Nontunai, ShopeePay Hadirkan Beragam Inovasi

Beberapa tempat publik seperti toko, restoran, rumah ibadah, serta usaha kecil dan menengah akan dibuka dengan kapasitas setengahnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Itu berarti, keramaian pun akan mulai bertambah sehingga perlu siasat tersendiri dalam berbelanja atau membayar tagihan agar tetap terhindar dari Covid-19.

Bayar tagihan aman, ya dari rumah

Salah satu cara paling aman untuk melunasi tagihan di masa new normal adalah membayar dari rumah secara nontunai.

Membayar secara tunai alias bertransaksi secara konvensional bertatap muka memang sebaiknya masih perlu dihindari dalam masa transisi ini.

Baca juga: Belanja Kebutuhan Harian Kini Makin Mudah dengan ShopeePay

Satu hal yang perlu diketahui adalah banyak aturan menyangkut protokol kesehatan yang harus dipatuhi jika ingin ke luar rumah saat new normal.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Direktur IWIP Paparkan 3 Keuntungan Indonesia Sebagai Produsen Baterai Kendaraan Listrik

Direktur IWIP Paparkan 3 Keuntungan Indonesia Sebagai Produsen Baterai Kendaraan Listrik

Rilis
5 Website Template CV Lamaran Kerja Gratis yang Bisa Kamu Edit

5 Website Template CV Lamaran Kerja Gratis yang Bisa Kamu Edit

Work Smart
Intip Nilai Tukar Rupiah di Empat Bank Papan Atas Nasional

Intip Nilai Tukar Rupiah di Empat Bank Papan Atas Nasional

Whats New
Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Kata Hansel Davest Indonesia Soal Lonjakan Harga Saham

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Berawal dari Kekhawatiran, 2 Startup Ini Kembangkan Produk untuk Berdayakan UMKM Indonesia

Work Smart
AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

AS, Filipina, dan India Sumbang Surplus Neraca Perdagangan RI pada Mei 2021

Whats New
Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Turun Rp 12.000, Simak Rincian Harga Emas Batangan Antam Hari Ini

Whats New
Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X