Jadi Komisaris Telkom, Rizal Mallarangeng Mundur dari Pengurus Golkar

Kompas.com - 20/06/2020, 17:32 WIB
Gedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Akhdi Martin PratamaGedung Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian BUMN mengangkat Rizal Mallarangeng sebagai Komisaris PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom. Pengangkatannya dilakukan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (19/6/2020).

Adik kandung dari Andi Mallarangeng itu tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar periode kepengurusan 2019-2024.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengungkapkan, Rizal baru saja mundur dari posisinya di kepengurusan partai. Sehingga pria asal Makassar ini bisa bekerja secara profesional sebagai Komisaris Telkom.

"Bisa kami sampaikan bahwa sejak surat pengunduran diri beliau kami terima, maka Bang Rizal kami anggap sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar dalam posisi wakil ketua umum," jelas Arya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (20/6/2020).

Baca juga: Sosok Ahmad Fikri, Ipar Najwa Shihab di Kursi Komisaris Telkom

Menurut Arya, dengan pengunduran dari DPP Partai Golkar, tak ada peraturan yang dilanggar dalam pengangkatan Rizal sebagai Komisaris BUMN.

"Jadi, Bang Rizal sekarang ini sudah betul-betul sebagai profesional dan beliau punya pengalaman banyak juga dan dibutuhkan di Telkom," terang Arya.

Merujuk pada Peraturan Menteri BUMN Nomor Per-02/MBU/02/2015 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN.

Dalam bab II soal persyaratan berbunyi: "Persyaratan lain anggota Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas, yaitu bukan pengurus Partai Politik dan/atau calon anggota legislatif dan/atau anggota legislatif," demikian bunyi pasal tersebut.

Baca juga: Kenapa Erick Thohir Tunjuk Pemuda 34 Tahun Jadi Direktur Telkom?

Relawan Jokowi di Pilpres 2019

Dari rekam jejaknya, Rizal tercatat juga pernah aktif relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf saat Pilpres 2019. Posisinya sangat strategis, yakni sebagai Koordinator Nasional Relawan Golkar Jokowi (Gojo), organisasi sayap milik Partai Golkar.

Gojo sendiri bisa dikatakan sebagai kelompok relawan yang sedari awal berada di barisan pendukung Presiden Jokowi. Gojo juga didirikan untuk fokus menggarap pemilih milenial.

Halaman:


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X