5 Hal Ini Bisa Memotivasi Diri Untuk Menabung dan Investasi

Kompas.com - 21/06/2020, 09:19 WIB
Ilustrasi mempersiapkan dana pensiun SHUTTERSTOCK/LOVEYDAY12Ilustrasi mempersiapkan dana pensiun

KOMPAS.com - Memulai suatu kebiasaan baik itu tidak mudah. Banyak tantangannya. Termasuk memulai kebiasaan baik seperti menabung dan investasi. Godaannya beragam mulai dari belanja online, jajan makanan dan minuman kekinian hingga liburan/staycation.

Akhirnya, menabung dan investasi hanya menjadi wacana saja. Kenyataannya, menghabiskan uang untuk kesenangan diri lebih mudah dilakukan ketimbang menyimpan uang. Setuju?

Ada kecenderungan membelanjakan uang lebih mudah daripada menyimpan atau menginvestasikannya untuk tujuan keuangan di masa depan. Padahal, banyak impian yang ingin Anda wujudkan tapi kesadaran untuk memulai kebiasaan baik keuangan seperti menabung dan investasi selalu tak terealisasi.

Coba tanyakan ke diri Anda sendiri, sudahkah Anda mengelola keuangan dengan baik? Sudahkah anda memiliki nilai ideal untuk tabungan dana darurat dan investasi?

Apabila Anda mengalami kesulitan untuk memulai menabung dan investasi, kini saatnya Anda sadar. Rubahlah kebiasaan buruk keuangan Anda sebelum semuanya terlambat. Berikut gambaran situasi yang bisa membuat Anda termotivasi untuk menabung dan investasi, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Ingat Roda Kehidupan Tidak Selalu Sama

Jika situasi keuangan Anda saat ini penuh dengan kemudahan finansial, semisal kerja dengan gaji tinggi. Maka bersyukurlah, namun ingat Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari.

Bisa saja hidup akan berubah 180 derajat, gaji tinggi yang Anda miliki bisa saja hilang karena tiba-tiba terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau terpotong 50 persen karena dampak pandemic Covid-19.

Ingat, roda kehidupan tidak selalu sama. Terkadang Anda berada di atas, dan bisa saja besok Anda berada di bawah. Coba pikirkan apa yang akan terjadi jika Anda tiba-tiba kehilangan pekerjaan dan pendapatan berkurang? Cukupkah uang tabungan dana darurat dan investasi?

Biasakan diri untuk mulai menabung dan investasi. Lakukan pelan-pelan saja, mulai dengan jumlah kecil namun konsisten dan disiplin.

2. Siap Sedia dengan Kejadian Tak Terduga

Ada banyak hal-hal terduga yang dapat terjadi dalam hidup ini, misalnya sakit, PHK, atau musibah kecelakaan. Semua kejadian tak terduga itu membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Bayangkan seperti apa nasib Anda jika tidak memiliki uang tabungan sepeser pun ketika musibah datang?

Siap sedia untuk kejadian tak terduga itu penting. Saatnya, Anda sadar dan biasakan diri untuk mengatur gaji bulanan dengan bijak, kurangi belanja konsumtif, lunasi utang-utang yang ada. Jangan lupa, perkuat tabungan darurat serta miliki asuransi seperti asuransi kesehatan, kecelakaan dan jiwa.

3. Ingat Tujuan Keuangan yang Ingin Dicapai

Tumbuhkan rasa semangat Anda dengan cara mengingat cita-cita Anda. Misalnya, Ingin punya rumah, buka usaha, traveling atau menunaikan ibadah haji/umrah.

Apapun tujuan keuangan Anda, yakin dulu semua bisa Anda wujudkan. Lalu mulai rencanakan untuk nabung dan investasi demi mewujudkan semua impian Anda.

Mulai dengan langkah pasti, sebagai contoh, membuka rekening tabungan berjangka seperti rekening tabungan haji, atau mulai investasi saham/reksadana untuk tujuan jangka panjang. Kuncinya, tetap disiplin, konsisten menabung dan investasi demi impian Anda.

Baca Juga: Jangan Sampai Menyesal, Siapkan Ini Sebelum Kena PHK

4. Bahagia Finansial di Hari Tua

Apabila Anda masih sulit untuk menabung dan investasi. Cobalah ingat, nanti apabila pensiun, Anda ingin hidup seperti apa? Sudah cukupkah uang pensiun Anda? Jangan sampai Anda merepotkan anak untuk membiayai hidup Anda di hari tua.

Jadi, mulai sekarang, mau tidak mau, mulailah untuk menabung dan investasi demi masa tua Anda. Miliki tabungan dana pensiun yang cukup supaya di masa tua nanti, Anda bisa bahagia karena finansial tercukupi.

Pilih instrumen investasi yang sesuai untuk dana pensiun, seperti saham, reksa dana atau emas. Ingat, disiplinlah dan setiap kali Anda tergoda untuk belanja berlebihan, ingat dana pensiun. Jadikan hal ini sebagai motivasi agar Anda bisa kendalikan nafsu belanja konsumtif.

5. Jadi Kaya Berkat Nabung dan Investasi

Menjadi kaya raya bisa menjadi motivasi Anda untuk mulai menabung dan investasi. Ada banyak contoh sukses orang-orang yang berhasil kaya raya berkat investasi, seperti Lo Kheng Hong yang sukses menjadi kaya raya berkat investasi saham.

Jadi, jangan ragu untuk punya tabungan dan investasi. Uang yang diinvestasikan sekarang tidak serta-merta langsung menjadi banyak dalam beberapa minggu saja. Butuh kesabaran untuk menikmati hasilnya. Jangan mudah tergiur oleh tawaran investasi abal-abal dengan keuntungan besar dan cepat.

Jadi selain investasi untuk menjadi kaya raya, Anda juga harus investasi untuk kaya ilmu. Tingkatkan ilmu mengelola uang yang Anda miliki. Tambah penghasilan, kurangi pengeluaran tidak penting dan perbesar porsi tabungan dan investasi. Anda pun bisa menjadi kaya raya di masa depan.

Semangat, Jangan Ragu. Mulailah!

Motivasi dibutuhkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk menabung dan investasi. Segera sadar, bangkit dan semangatlah untuk mulai mengelola uang dengan baik. Tak perlu gensi, ragu atau putus asa. Jangan menunda-nunda, mulailah perbaiki keuangan Anda. Milikilah tabungan dan investasi untuk masa depan keuangan Anda.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Hasil Studi: Gen Z Menyerah Mengejar Pekerjaan Impian akibat Pandemi

Work Smart
Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Jonan Sebut Kampanye BBM Ramah Lingkungan Tugasnya Menkes Terawan

Whats New
Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Tarif Tol Manado-Bitung Rp 1.100/Km, Menteri PUPR: Cukup Murah!

Whats New
BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

Whats New
Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Whats New
Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Whats New
Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Whats New
MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

Whats New
Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Smartpreneur
Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Whats New
Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Rilis
Lembaga Sertifikasi Profesi KAI Kantongi Lisensi BNSP

Lembaga Sertifikasi Profesi KAI Kantongi Lisensi BNSP

Whats New
Luhut Nilai Sertifikasi Produk Kesehatan dan Farmasi RI Mutlak Diperlukan

Luhut Nilai Sertifikasi Produk Kesehatan dan Farmasi RI Mutlak Diperlukan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X