Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penjualan BBM Pertamina Meningkat Sepanjang Tahun 2019, ini Penyebabnya

Kompas.com - 22/06/2020, 06:38 WIB
Rully R. Ramli,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan, volume penjualan bahan bakar mineral (BBM) sepanjang 2019 meningkat dibanding tahun 2018.

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, volume penjualan BBM sepanjang tahun lalu sebesar 51,31 juta kiloliter (KL), meningkat dari 2018 yang mencapai 49,62 juta KL.

Selain itu tercatat sepanjang 2019, penjualan elpiji ekuivalen 13,75 juta KL, Petrokimia 3,15 juta KL, BBM untuk Aviasi 5,82 juta KL dan BBM untuk Industri 13,96 juta KL.

"Dari penjualan seluruh produk Pertamina seperti BBM ritel, industri, dan aviasi serta LPG dan Petrokimia, secara total konsolidasi mencapai ekuivalen 87,98 Juta KL di 2019," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (22/6/2020).

Baca juga: Pertamina Setorkan Rp 181,5 Triliun ke Negara pada 2019

Menurut dia, hal tersebut diakibatkan adanya perluasan jangkauan penyaluran layanan BBM.

Selain penambahan lembaga penyalur baik SPBU maupun SPBN (untuk nelayan), pada tahun 2019 Pertamina juga menyelesaikan pembangunan 48 Pertashop serta, menyalurkan BBM di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di seluruh Indonesia, melalui pembangunan 161 titik BBM 1 Harga.

Lebih lanjut Fajriyah menjelaskan, BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina tersebar mulai dari wilayah 3T di Papua,  Maluku, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali.

“Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan BBM di masyarakat, Pertamina terus memperkuat ketahanan pasokan," katanya.

Untuk memuhi hal tersebut, sepanjang tahun lalu Pertamina membangun penambahan 21 lokasi storage TBBM, 8 Lokasi storage LPG, 7 lokasi storage Avtur dan 2 Kapal General Purpose untuk memastikan kehandalan supply dan distribusi BBM di seluruh Indonesia.

Baca juga: Soal Hapus BBM Oktan Rendah, Pertamina Tegaskan Masih Salurkan Premium

Selain itu, Fajriyah menambah, sampai akhir tahun 2019, sebanyak 2.601 SPBU di Indonesia telah menerapakan digitalisasi dan ditargetkan seluruhnya atau 5.518 SPBU rampung pada tahun 2020.

“Capaian yang cukup menggembirakan terkait layanan digital juga terlihat dengan adanya 1,4 juta pengunduh baru MyPertamina sebagai digital channel Pertamina,”ujarnya.

Sebagai informasi, Pertamina mampu mencatat laba bersih di 2019 sebesar 2,53 miliar dollar AS atau setara Rp 35,8 Triliun dan memberikan setoran dividen tunai sebesar Rp8,5 Triliun.

"Total kontribusi Pertamina ke Negara sepanjang 2019 mencapai Rp181,5 triliun yang terdiri dari Dividen, Pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kegiatan hulu migas dan geothermal serta Signature Bonus," ucap Fajriyah.

Baca juga: Bos Pertamina: Harga BBM Bisa Saja Turun, tapi Kita Balik ke Zaman Dulu...

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com