Boikot Ponsel China di India: Mudah Diucapkan, Sulit Dilakukan

Kompas.com - 22/06/2020, 07:02 WIB
Manu Kumar Jain di depan peritel ponsel Xiaomi di India. Facebook/Manu Kumar JainManu Kumar Jain di depan peritel ponsel Xiaomi di India.

Penjualan Xiaomi di India terus mengalami peningkatan. Di kuartal I 2020, penjualan Xiaomi di India masih bisa tumbuh sebesar 6 persen meski sempat tertekan pandemi virus corona.

Xiaomi mendominasi pasar segmen kelas menengah di India lewat produk andalannya Redmi. Di negara Bollywood ini, harga HP China keluaran Xiaomi rata-rata dibanderol seharga di bawah 20.000 rupee atau Rp 3,73 juta (kurs Rp 186).

Selain Xiaomi, ketergantungan masyarakat India pada HP China semakin terasa dengan besarnya pangsa pasar pabrikan China lainnya antara lain Vivo dengan kue pasar 17 persen, Realmi 14 persen, dan Oppo 12 persen.

Tak cuma jadi penguasa pasar segmen menengah dan menengah ke bawah, ponsel produk China juga sangat kuat di pasar smartphone segmen menengah atas.

Baca juga: Kremasi Tentara yang Gugur, India Juga Bakar Foto Xi Jinping

OnePlus adalah merek dari Oppo yang menguasai 33 persen pasar smartphone premium di India. Jumlah pengguna OnePlus hampir menyamai catatan penjualan Samsung dan Apple di posisi pertama dan kedua penguasa pasar smartphone premium di India yang harganya dibanderol di atas 30.000 rupee atau Rp 5,6 juta.

Dikutip dari India Times, penjualan ponsel China bisa dikatakan sama sekali belum terdampak ketegangan di perbatasan. Sentimen anti- produk China hanya akan bertahan beberapa minggu saja.

Ini lantaran konsumen smartphone di India tak memiliki banyak opsi. Memilih merek ponsel lain, sama saja harus membayar harga lebih mahal dengan kualitas yang belum tentu sebaik produk China.

Di masyarakat India, jika itu sudah menyangkut harga produk yang murah dan reputasi yang baik, bakal sulit tergeser meski ada seruan boikot yang gencar.

Baca juga: Saat PM India Promosikan Yoga untuk Perangi Virus Corona...

Penguasa smartphone di India, Xiaomi, bahkan tengah meluncurkan produk terbarunya di India di tengah ketegangan kedua negara. Oppo juga tetap berencana meluncurkan produk OnePlus terbarunya yang menyasar segmen premium di India bulan depan.

"Merek China butuh setidaknya 3 tahun untuk menguasai pasar India. Jika tiba-tiba kita menghilangkannya dari daftar karena boikot, lalu siapa yang mau mengisi kekosongannya?" kata Kepala Analis techARC Faisal Kawoosa dikutip dari IANS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.