Bank Dunia: Belanja RI Bidang Prioritas Masih Rendah dan Belum Efisien

Kompas.com - 22/06/2020, 13:43 WIB
Penyaluran bantuan sosial tunai Kementerian Sosial RI di Kalurahan Sendangsari, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSPenyaluran bantuan sosial tunai Kementerian Sosial RI di Kalurahan Sendangsari, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia menilai belanja pemerintah di beberapa bidang prioritas seperti pendidikan dan kesehatan masih rendah dan tidak efisien.

Dalam hasil kajian bertajuk Public Expenditure Review Spending for Better Result, Bank Dunia melihat efisiensi belanja tetap menjadi tantangan di bidang-bidang prioritas lainnya, meski belanja program bansos menjadi lebih efisien.

Program bansos yang dinilai mengalami peningkatan yakni Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca juga: Hingga Akhir Mei 2020, Pemerintah Sudah Salurkan Bansos Rp 61,4 Triliun

Sementara program-program yang kurang efektif seperti beras bersubsidi untuk masyarakat miskin alias Beras Sejahtera (Rastra) dalam proses dihapus.

Sayangnya, hal ini tidak diikuti oleh bidang lainnya. Bank Dunia mengemukakan, di bidang lainnya sumber daya tidak selalu dialokasikan untuk intervensi yang paling efektif.

"Di bidang pendidikan dan kesehatan, intervensi-intervensi dengan dampak tertinggi belum mendapatkan prioritas. Misalnya, walaupun manfaat investasi yang sudah terbukti dalam pendidikan dan pengembangan anak usia dini, belanja PAUD di bidang pendidikan tetap rendah," kata ekonom senior Bank Dunia untuk Indonesia Ralph Van Doorn dalam peluncuran Public Expenditure Review, Senin (22/6/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu di bidang kesehatan, baik di tingkat pusat dan daerah, belanja dan layanan lebih diarahkan untuk perawatan episodik kuratif alias pengobatan alih-alih untuk preventif yang hemat biaya.

Baca juga: Bappenas: Belanja Negara Belum Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Selain pendidikan dan kesehatan, belanja di bidang infrastruktur seperti belanja untuk konstruksi baru dan administrasi lebih menjadi prioritas dibanding dengan operasi dan pemeliharannya. Utamanya untuk pembangunan irigasi serta air minum dan sanitasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.