Akibat Corona, Jumlah Penduduk Miskin RI Bisa Capai 28 Juta di 2020

Kompas.com - 22/06/2020, 15:30 WIB
Tukang rongsokan tengah istirahat di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 dalam situasi yang sangat berat, pemerintah mengumumkan akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOTukang rongsokan tengah istirahat di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 dalam situasi yang sangat berat, pemerintah mengumumkan akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan akan terjadi pertumbuhan tingkat kemiskinan menjadi 10,63 persen akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas mengungkapkan, setidaknya bakal ada penambahan jumlah penduduk miskin hingga 4 juta orang jika pemerintah tidak melakukan intervensi melalui program perlindungan sosial.

Dengan demikian, total penduduk miskin diproyeksi bakal meningkat dari 24,79 juta orang menjadi 28,7 juta orang.

Baca juga: Bank Dunia: Bansos Pemerintah Belum mampu Tekan Lonjakan Angka Kemiskinan

"Tanpa intervensi, tingkat kemiskinan bisa mencapai 10,63 persen, naik 4 juta orang dari 24 juta menjadi 28 juta," jelas Suharso ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (22/6/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada September 2019 lalu, tingkat kemisikinan sebesar 9,22 persen atau sebanyak 24,79 juta orang.

Suharso pun mengatakan, berbagai program perlindungan sosial pemerintah selama masa pandemi diharapkan mampu menekan jumlah penduduk miskin baru menjadi sekitar 1,2 juta hingga 2,7 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dan mudah-mudahan secara rasio masih bisa satu digit," jelas Suharso.

Suharso menjelaskan peningkatan angka kemiskinan tersebut dipicu terhentinya aktivitas ekonomi masyarakat terhenti akibat virus corona. Masalah tersebut melahirkan banyak pengangguran baru juga penurunan pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan jumlah angka kemiskinan.

Selain itu, perkiraan tersebut juga dibuat dengan asumsi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini yang berada di kisaran -0,4 persen hingga 1 persen.

Baca juga: Dampak Corona, Angka Kemiskinan Bisa Meningkat 3,78 Juta Orang

Menurut Suharso, dengan berbagai program yang telah digelontorkan pemerintah, tingkat kemiskinan hingga akhir tahun diproyeksi berada di ksiaran 9,7 persen hingga 10,2 persen atau jumlah penduduk miskin akan mencapai 26,2 juta hingga 27,5 juta orang.

Untuk diketahui, di tengah pandemi Covid-19 pemerintah telah menelurkan beberapa kebijakan perluasan bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, dan lainnya.

Selain itu, pemerintah turut menambah program Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa, Kartu Prakerja, hingga gratis dan diskon listrik bagi masyarakat miskin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X