Kementan Proyeksikan Stok Beras Hingga Akhir Agustus Capai 8,8 Juta Ton

Kompas.com - 22/06/2020, 15:43 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo  saat memberikan sambutan di kediaman gubernur Maluku di Ambon, Jumat malam (29/5/2020) Humas Pemprov MalukuMenteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan di kediaman gubernur Maluku di Ambon, Jumat malam (29/5/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkirakan stok beras hingga akhir Agustus tahun ini mencapai 8,8 juta ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut proyeksi tersebut sudah sesuai dengan angka produksi beras di tahun 2019 berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

"BPS juga memperkirakan bahwa produksi beras pada bulan Januari hingga Agustus 2020 sebesar 23.05 juta ton sehingga diprediksi stok beras pada Agustus 2020 sebesar 8,8 juta ton," ujarnya Rapat Dengar Pendapat Virtual bersama Komisi IV DPR RI, Senin (22/6/2020).

Selain itu Syahrul juga mengatakan untuk mempertahankan kecukupan stok beras sampai Desember 2020 pihaknya akan melakukan akselerasi tanam padi musim tanam (MT) II sebesar 5,6 juta hektar.

 

Baca juga:Ini yang Dilakukan Kementan untuk Hadapi Potensi Krisis Pangan

Ia juga menyebut dari MT II ini diperkirakan akan menghasilkan beras sekitar 12,5 juta ton hingga 15 juta ton.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sementara sampai akhir Desember 2020, kami memproyeksikan stok akhir beras mencapai 6,1 juta ton," jelasnya.

Selain itu mengenai realisasi anggaran, Syahrul mengatakan anggaran pada tahun 2019 hanya mencapai 88,97 persen. Dari total anggaran untuk tahun 2019 yang besarannya sebesar Rp 21,83 triliun, hanya Rp 19,42 triliun yang telah disalurkan.

"Artinya, ada sekitar Rp 2,41 triliun yang belum tersalurkan," katanya.

Dari realisasi anggaran tersebut, dikatakan Syahrul, anggaran yang telah tersalurkan paling banyak ialah di Badan Karantina Kementan sebesar 99,18 persen, lalu disusul Sekretariat Jenderal sebesar 98,37 persen dan Badan Ketahanan Pangan (BKP) sebesar 97,5 persen.

"Realisasi anggaran tertinggi itu adalah Badan Karantina sebesar 99,18 persen, dari sisi capaian tersebut terlihat program pengembangan komoditas pangan khususnya padi cukup bagus," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.