TikTok Jadi Sasaran Boikot di India

Kompas.com - 22/06/2020, 17:56 WIB
Anggota National Students Union of India (NSUI) membakar foto Presiden China Xi Jinping, buntut dari konflik perbatasan India-China yang menewaskan puluhan tentara. Foto ini diambil saat unjuk rasa pada Kamis (18/6/2020). REUTERS/AMIT DAVEAnggota National Students Union of India (NSUI) membakar foto Presiden China Xi Jinping, buntut dari konflik perbatasan India-China yang menewaskan puluhan tentara. Foto ini diambil saat unjuk rasa pada Kamis (18/6/2020).

KOMPAS.com - Konflik perbatasan yang menewaskan 20 tentara India memicu kemarahan publik di negara itu. Seruan boikot produk China semakin nyaring di seantero negeri.

Salah satu yang disasar yakni aplikasi jejaring sosial video sharing milik konglomerat asal China Zhang Yiming dan perusahaannya, ByteDance.

Menteri Persatuan India, Ramdas Athwale, telah meminta pelarangan aplikasi TikTok sebagai bagian dari sanksi ekonomi yang menyasar perusahaan-perusahaan asal Negeri Tirai Bambu.

"Orang-orang di India menggunakan TikTok yang hanya memberikan untung untuk China. Hentikan TikTok untuk memberikan dampak ekonomi pada China. Saya dengan rendah hati meminta semua warga India untuk memboikot TikTok," tegas Athwale dikutip dari India TV, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Boikot Ponsel China di India: Mudah Diucapkan, Sulit Dilakukan

Pasca-bentrokan berdarah yang menewaskan 20 tentara India, publik India menyerukan boikot pada produk buatan China. Wacana memulai perang dagang dengan China juga mulai dibahas.

Kemarahan terhadap China di berbagai kota dilakukan dengan membakar bendera dan barang buatan China di jalanan.

Di lini masa, tagar #BoycottChineseProducts juga jadi trending di India. Sebagian besar warganet India mendesak aksi boikot barang made in China.

Athwale sebelumnya juga meminta masyarakat tak pergi ke restoran yang menjual makanan China tanpa pengecualian, meski pemiliknya maupun kokinya adalah seorang warga negara India. Seruan boikot juga menggema untuk mencegah warga India membeli barang elektronik dari pabrikan China.

Baca juga: India Bukan Tandingan China dalam Perang Dagang

Kendati demikian, memboikot produk China di India dianggap banyak kalangan malah akan merugikan ekonomi nasional negara itu. Ini karena India begitu bergantung pada barang impor dari Tiongkok.

Sepanjang tahun 2019-2020, perdagangan dengan China berkontribusi sebesar 10,6 persen dari seluruh neraca perdagangan India, atau yang terbesar kedua setelah perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Sebaliknya bagi China, perdagangan dengan India hanya menyumbang 2,1 persen, sehingga tak terlalu siginifikan pengaruhnya bagi China.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X