Siap-siap, Kemenpan Bakal Cari ASN yang Profesional pada Penerimaan CPNS Tahun Ini

Kompas.com - 22/06/2020, 19:32 WIB
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comIlustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo menyatakan akan menyaring Aparatur Sipil Negara ( ASN) yang lebih profesional pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS) tahun ini.

Sebab, Tjahjo mengungkap, sudah ada sekitar 1,6 juta ASN yang hanya memiliki kemampuan dasar administrasi.

"Memang ASN kita masih 1,6 juta itu adalah ASN yang basicnya hanya basic administrasi. Maka penerimaan CPNS tahun ini kami tidak menempatkan masalah-masalah yang terbatas hanya tenaga administrasi untuk ikut tes," kata Tjahjo dalam Katadata Forum, Senin (22/6/2020).

Baca juga: ASN Tak Produktif Akan Diberhentikan, Seperti Apa Aturannya?

Selain itu, Tjahjo mengaku banyak ASN yang tak produktif selama masa bekerja dari rumah atau work from home selama pandemi Covid-19. Hal ini menjadi kendala dalam optimalisasi pekerjaan yang diberikan.

Untuk itu dia berharap, sistem perencanaan, sistem penganggaran, dan sistem lainnya bisa cepat diselesaikan dan ditingkatkan pada masa new normal agar pelayanan kepada publik tetap berjalan.

"Semua akan diarahkan, dituliskan, sehingga akan membangun sebuah postur ASN yang kecil, profesional, produktif, dan cepat melayani masyarakat," sebut Tjahjo.

Sebelumnya diberitakan, Tjahjo menilai Indonesia memang kelebihan ASN yang tidak diperlukan, tetapi kekurangan tenaga yang dibutuhkan.

Baca juga: Sederet Aturan PNS Selama Corona, Masih Minat Daftar CPNS?

Oleh karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara untuk mencari solusi. Kedua instansi sepakat untuk merumuskan ulang sistem manajemen ASN sesuai dengan tatanan kenormalan baru. 

Dia bahkan tengah menyusun strategi untuk memangkas aparatur sipil negara (ASN) yang tidak produktif selama WFH. Pasalnya, pekerjaan ASN yang tidak produktif ini menjadi beban baru bagi ASN produktif.

"Perlu strategi untuk mengurangi yang tidak produktif ini secara bermartabat," kata Tjahjo kepada wartawan, Jumat (19/6/2020).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X