Kepada DPR, Luhut Pastikan Investor Asing Belum Mundur dari RI

Kompas.com - 22/06/2020, 19:42 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi yang juga Menhub ad interim Luhut Binsar Pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi yang juga Menhub ad interim Luhut Binsar Pandjaitan menjawab beberapa pertanyaan terkait tindakan pemerintah tangani virus corona di akun Instagramnya, Selasa (24/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa investor asing tidak akan menarik wacananya berinvestasi di Indonesia.

Ia pun mengaku terus menjalin komunikasi dengan para investor asing terkait investasi mereka di Indonesia.

"Tahun 2021, pasti akan bergerak lebih karena permintaan-permintaan sampai hari ini belum ada yang satupun pull out dari Indonesia. Jadi saya terus terang berkomunikasi terus sama mereka," katanya dalam rapat kerja 4 kementerian koordinator di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Ikut Urus Investasi, Luhut: Enggak Ada yang Perlu Diperebutkan...

Luhut menyebut, Hyundai Motor Company (HMC) hingga kini masih kekeuh untuk berekspansi di RI dalam bentuk energi lithium baterai. Pun masih ada sejumlah proyek investasi lainnya tetap berlangsung.

"Hyundai masih tetap masuk dengan lithium baterai. Hungaria akan segera kami forward. Tadi dengan Kementerian PUPR mengenai proyek air minum dan transportasi," ujarnya.

Luhut juga menjelaskan mengenai target investasi tahun ini sebesar Rp 817 triliun. Lantaran adanya wabah virus corona (Covid-19) pemerintah masih optimis ada investasi yang akan masuk ke Indonesia.

"Target investasi kita Rp 817 triliun. Tapi selama tiga bulan ini kan tertunda. Tetapi kelihatannya tahun ini juga percepatannya luar biasa. Jadi, sekarang di Indonesia Timur itu tahun ini mungkin ada (nilai investasi masuk) 9 miliar dollar AS, bahkan lebih. Jadi tidak usah khawatir soal itu," katanya.

Baca juga: Luhut Bicara Soal Keakraban dengan Investor China dan Uni Emirat Arab

Badan Koordinasi Penamaman Modal (BKPM) memangkas target realisasi investasi tahun 2020 akan terpengaruh oleh kemunculan wabah Covid-19.

Sebelumnya BKPM memproyeksikan investasi tahun 2020 mencapai Rp 886 triliun. Kemunculan Covid-19 yang membuat BKPM memangkas target pertumbuhan investasi menjadi Rp 855,6 triliun jika Covid-19 selesai pada Mei 2020.

Faktanya, Mei 2020 pandemi belum usai dan terpaksa BKPM kembali memangkas proyeksi investasi menjadi Rp 817,2 triliun dengan asumsi Covid-19 usai di bulan Juli 2020



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X