Hadapi New Normal, Gunakan Perhitungan ini Agar Keuangan Tetap Sehat

Kompas.com - 22/06/2020, 20:12 WIB
Ilustrasi belanja SHUTTERSTOCKIlustrasi belanja

JAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki periode tatanan normal baru atau new normal, masyarakat harus mulai terbiasa kembali beraktifitas di tengah penyebaran virus corona yang masih belum mereda.

Tidak sedikit masyarakat yang memutuskan untuk beraktifitas kembali menggunakan kendaraan pribadi guna menghindari kerumunan di dalam transportasi umum.

Selain itu, berbagai jenis perlengkapan dan obat-obatan juga mulai disiapkan oleh para pekerja yang harus kembali beraktifitas di kantor. Hal-hal tersebut berpotensi menggerus pengeluaran di tengah melemahnya pendapatan beberapa pekerja.

Baca juga: Freelancer Lebih Sulit Atur Keuangan? Coba Dulu Cara Ini

Lantas, apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga keuangan tetap sehat di kondisi seperti ini?

Perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan, salah satu hal utama yang perlu dilakukan selama pandemi Covid-19 masih berlangsung, ialah dengan menekan pengeluaran untuk kesenangan atau leisure.

"Selain karena untuk mengurangi kemungkinan terpapar Covid, juga agar budgetnya bisa dialokasikan ke yang lebih penting dulu," katanya kepada Kompas.com, Senin (22/6/2020).

Menurutnya, saat ini pos pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari perlu untuk ditingkatkan.

Ia menyarankan agar pos pengeluaran kebutuhan sehari dianggarkan sebesar 70 persen dari total anggaran pengeluaran.

Hal tersebut meliputi pembelian perlengkapan kesehatan pencegah penularan Covid-19.

"Selain itu bagi mereka yang masih WFH atau anak-anaknya masih school from home tentu butuh belanja kuota internet," katanya.

Pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari juga meliputi biaya transportasi dan pembayaran berbagai macam cicilan kredit.

Baca juga: 4 Cara agar Keuangan Anda Tak Terdampak Virus Corona

Di tengah pandemi seperti ini, Andy juga menyarankan agar tetap mengalokasikan pengeluaran untuk dana darurat dan tabungan atau investasi, masing-masing 10 persen.

Lalu, meski ia menyarankan untuk menekan pengeluaran leisure, ia tetap menyarankan untuk menganggarkan 5 persen.

"Sebanyak 5 persen untuk charity," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X