Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gedung Putih: Kesepakatan Dagang AS-China Berakhir

Kompas.com - 23/06/2020, 08:36 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro menyatakan, kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan China telah berakhir.

Dikutip Reuters, Selasa (23/6/2020) Navarro berkata begitu sebagai bentuk kemarahan Washington atas Beijing yang tidak memberikan alarm alias memberitahu adanya wabah Covid-19.

"Ini (kesepakatan) sudah berakhir," kata Navarro saat ditanya tentang perjanjian/kesepakatan perdagangan.

Baca juga: Luhut Bicara Soal Keakraban dengan Investor China dan Uni Emirat Arab

Navarro menuturkan, berakhirnya perjanjian perdagangan ketika AS mengetahui soal penyebaran Covid-19 usai delegasi China meninggalkan Washington setelah penandatanganan perjanjian Fase 1 pada 15 Januari lalu.

"Mereka pada saat itu telah mengirim ratusan ribu orang ke negara ini untuk menyebarkan virus. Dan hanya beberapa menit setelah roda pesawat (yang mereka tumpangi) lepas landas, kita mulai mendengar tentang pandemi ini," kata Navarro.

Sebagai informasi, hubungan AS dan China telah mencapai titik terendah dalam beberapa tahun sejak pandemi Covid-19 yang pertama kali mewabah di Wuhan, China menghantam Amerika Serikat dengan keras.

Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya berulang kali menuduh Beijing tidak transparan tentang wabah mematikan itu.

Trump beberapa kali memperbarui ancamannya untuk memutus hubungan perdagangan dengan China, sehari setelah diplomat top Gedung Putih mengadakan pembicaraan dengan Beijing dan perwakilan perdagangannya.

Navarro sendiri merupakan salah satu orang yang melayangkan kritik paling blak-blakan terhadap China di antara penasihat senior Trump lainnya.

Baca juga: Morgan Stanley: Indonesia Negara dengan Pemulihan Ekonomi Tercepat Setelah China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+