Ini Cara Kerja dan Risiko Produk Pasar Modal Dengan Return Pasti

Kompas.com - 23/06/2020, 13:00 WIB
ilustrasi investasi FREEPIK/JCOMPilustrasi investasi

Jika ada yang menawarkan produk seperti surat hutang atau MTN namun tidak ada rating, maka sebaiknya menghindar dan melaporkan ke pihak berwajib, jangan-jangan itu investasi bodong.

Reksa Dana Terproteksi

Reksa Dana Terproteksi merupakan reksa dana berupaya memproteksi nilai investasi awal melalui mekanisme pengelolaan portofolio. Dalam Bahasa yang lebih sederhana, reksa dana terproteksi memegang obligasi dan menahannya sampai jatuh tempo.

Karena cara kerjanya, reksa dana terproteksi memiliki beberapa perbedaan dengan reksa dana konvensional antara lain masa dan jumlah unit yang ditawarkan terbatas, wajib memegang hingga jatuh tempo, dan tidak wajib melakukan diversifikasi.

Yang dimaksud dengan masa dan jumlah unit yang ditawarkan terbatas artinya reksa dana terproteksi hanya bisa dibeli investor dalam kurun waktu tertentu saja. Lewat dari waktu tersebut, maka investor sudah tidak bisa beli lagi sekalipun mau menambah. Demikian juga unit yang ditawarkan juga terbatas, biasanya disesuaikan dengan obligasi yang menjadi aset dasarnya.

Baca juga: Menimbang Untung Rugi Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Obligasi

Karena cara kerja reksa dana terproteksi adalah membeli obligasi dan memegangnya hingga jatuh tempo, maka investor yang membeli reksa dana terproteksi umumnya juga diwajibkan demikian. Sebab jika investor bisa mencairkan di tengah-tengah, pengelolaan bisa terganggu.

Memang ada reksa dana terproteksi yang memberikan opsi pencairan sebelum jatuh tempo, tapi biasanya jumlahnya dibatasi dan hanya pada periode tertentu saja (biasanya bersamaan dengan saat pembagian dividen).

Aturan maksimal 10 persen dari Nilai Aktiva Bersih pada 1 perusahaan tidak berlaku di reksa dana terproteksi. Pada banyak kasus, isi daripada reksa dana terproteksi bisa 100% pada 1 perusahaan saja. Ada juga yang membaginya ke beberapa obligasi tertentu tapi tetap di atas 10 persen.

Risiko Reksa Dana Terproteksi

Pada dasarnya reksa dana terproteksi itu seperti membeli obligasi tapi dibantu oleh Manajer Investasi. Umumnya obligasi yang menjadi aset dasar adalah obligasi korporasi.

Dengan kemampuan permodalan dan akses, manajer investasi membeli obligasi terlebih dahulu kemudian dibungkus dalam bentuk reksa dana terproteksi dan ditawarkan ke investor secara eceran.

Jika membeli obligasi langsung, modal yang dibutuhkan bisa milliaran, sementara jika melalui reksa dana terproteksi, sudah ada yang dimulai dari Rp 10.000.000.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN FILM KOMPASIANA] Anggota Yakuza Alih Profesi Jadi Bapak Rumah Tangga | 'Hello Me!', Drama Ringan yang Penuh Pesan Moral

[TREN FILM KOMPASIANA] Anggota Yakuza Alih Profesi Jadi Bapak Rumah Tangga | "Hello Me!", Drama Ringan yang Penuh Pesan Moral

Rilis
Airlangga Minta Rencana Kerja Pemda Disinergikan dengan Pemerintah Pusat

Airlangga Minta Rencana Kerja Pemda Disinergikan dengan Pemerintah Pusat

Rilis
Ini Jadwal Penyekatan Kendaraan Mudik di Jalan Tol

Ini Jadwal Penyekatan Kendaraan Mudik di Jalan Tol

Whats New
 Dalam Hannover Messe 2021, Telkom Kenalkan Produk dan Layanan Digital

Dalam Hannover Messe 2021, Telkom Kenalkan Produk dan Layanan Digital

Rilis
Muncul Wacana Reshuffle Kabinet, Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG?

Muncul Wacana Reshuffle Kabinet, Bagaimana Pengaruhnya ke IHSG?

Whats New
Tarif Layanan Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Naik, Ini Alasannya

Tarif Layanan Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Naik, Ini Alasannya

Whats New
Menhub: Penggunaan Transportasi Perkotaan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Menhub: Penggunaan Transportasi Perkotaan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Rilis
Ombudsman Sebut Kilang Balongan Sudah Tiga Kali Terbakar

Ombudsman Sebut Kilang Balongan Sudah Tiga Kali Terbakar

Whats New
Ini Jadwal dan Lokasi Tukar Uang Baru, Tetap Buka Meski Mudik Dilarang

Ini Jadwal dan Lokasi Tukar Uang Baru, Tetap Buka Meski Mudik Dilarang

Whats New
Tahun Ini ASN Hanya Dapat Jatah Cuti Bersama 2 Hari, Tanggal Berapa Saja?

Tahun Ini ASN Hanya Dapat Jatah Cuti Bersama 2 Hari, Tanggal Berapa Saja?

Whats New
Pamit dari Aceh, Kantor Cabang hingga ATM BRI Bakal Dioperasikan BSI

Pamit dari Aceh, Kantor Cabang hingga ATM BRI Bakal Dioperasikan BSI

Whats New
Pasca-Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Siapa Menteri Dengan Persepsi Paling Positif?

Pasca-Reshuffle Kabinet Indonesia Maju, Siapa Menteri Dengan Persepsi Paling Positif?

Whats New
Diskon Tarif Listrik Dipangkas, Ini Langkah PLN Agar Pelanggan Tidak Kaget

Diskon Tarif Listrik Dipangkas, Ini Langkah PLN Agar Pelanggan Tidak Kaget

Whats New
Ini Tarif Baru Layanan Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

Ini Tarif Baru Layanan Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Lambat Cegah Kebakaran Kilang Balongan, Pertamina Dinilai Lalai

Lambat Cegah Kebakaran Kilang Balongan, Pertamina Dinilai Lalai

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X