Menkop Teten Sebut Serapan KUR Masih Kecil, Ini Sebabnya

Kompas.com - 23/06/2020, 16:12 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020). DOKUMENTASI Humas Kemenkop UKM Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Selasa (17/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pemerintah hingga saat ini telah mengeluarkan kebijakan mengenai pembiayaan atau pinjaman bagi pelaku usaha.

Salah satunya adalah Kredit Usaha Rakyat ( KUR).

Teten menyebut, untuk program KUR pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 190 trilun.

 

Baca juga: 1,25 Juta Debitur KUR Sudah Dapat Relaksasi Kredit

Dengan KUR ini pelaku UMKM bisa mendapatkan bunga yang sangat rendah, yaitu sebesar 6 persen dengan plafon pinjaman hingga Rp 500 juta.

"Namun sayangnya, anggaran KUR hingga saat ini masih kecil penyerapannya. Ada sisa dana yang belum diserap pelaku usaha yaitu sekitar Rp 129 triliun," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Teten juga mengatakan salah satu penyebab pelaku usaha sulit mengakses KUR ini adalah karena adanya ketentuan untuk harus menggunakan agunan.

Padahal menurut dia, jumlah pinjaman hanya Rp 50 juta.

"Sementara untuk pelaku usaha mikro banyak yang tidak memiliki agunan yang bisa dijadikan untuk memenuhi persyaratannya," jelasnya.

Baca juga: Percepat Penyerapan KUR, Kemenkop Jajaki Gandeng Fintech P2P Lending

Oleh sebab itu, Teten berharap dengan adanya kelonggaran dan juga sudah efektifnya aktifitas usaha di sektor ekonomi, pelaku UMKM tetap bisa memenuhi standar protokoler kesehatan.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X