Bos Raksasa Teknologi AS Ramai-ramai Tolak Larangan Visa Pekerja Asing

Kompas.com - 23/06/2020, 16:33 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu (20/6/2020). AP/IAN MAULEPresiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkampanye di BOK Center, Tulsa, Oklahoma, pada Sabtu (20/6/2020).

 

Adapun CEO Alphabet Sundar Pichai dalam unggahan pada akun Twitter pribadinya menyatakan penolakannya atas larangan visa ini. Pichai sendiri merupakan seorang imigran dari India.

"Imigrasi sangat berkontribusi terhadap kesuksesan ekonomi AS, menjadikan (AS) pemimpin global di bidang teknologi, dan (membuat) Google menjadi seperti saat ini," tulis Pichai.

Satu per satu perusahaan dan pimpinan perusahaan-perusahaan teknologi merilis pernyataan melalui Twitter dan kanal lainnya terkait larangan visa untuk pekerja asing ini. 

Baca juga: Malaysia Turunkan Pajak Pekerja Asing

Mereka menyebut besarnya kontribusi imigran terhadap perekonomian AS. Menurut mereka, kebijakan Trump itu akan membuat perusahaan-perusahaan AS menjadi tidak kompetitif lantaran terhambat kemampuannya untuk merekrut talenta terbaik.

"Kebijakan ini mengganggu aset terbesar ekonomi AS: keberagaman. Orang-orang dari seluruh dunia datang ke AS untuk bergabung dengan angkatan kerja, membayar pajak, dan berkontribusi kepada daya saing global kita di kancah dunia," ujar Jessica Herrera-Flanigan, Twitter vice president of public policy and philantrophy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Facebook pun melontarkan pernyataan senada. Juru bicara Facebook menyatakan, pada kenyataannya, larangan imigrasi akan membuat ekonomi AS sulit untuk pulih dari pandemi virus corona 

"Kebijakan terbaru Presiden Trump menggunakan pandemi Covid-19 sebagai justifikasi untuk membatasi imigrasi. Dalam kenyataannya, upaya untuk membuat talenta berketerampilan tinggi keluar dari AS akan membuat pemulihan ekonomi AS lebih sulit," ungkap juru bicara Facebook.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X