Konflik Perbatasan Ancam Kerja Sama Bisnis India dengan China

Kompas.com - 24/06/2020, 08:15 WIB
Pada 16 Oktober 2016 foto ini menunjukkan Perdana Menteri India Narendra Modi (depan) dan Presiden China Xi Jinping (belakang) berjabat tangan dengan para pemimpin di KTT BRICS di Goa, India. AP/Manish SwarupPada 16 Oktober 2016 foto ini menunjukkan Perdana Menteri India Narendra Modi (depan) dan Presiden China Xi Jinping (belakang) berjabat tangan dengan para pemimpin di KTT BRICS di Goa, India.
Penulis Mutia Fauzia
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India menunda perjanjian bisnis senilai lebih dari 600 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,4 triliun (kurs Rp 14.000) dengan perusahaan China akibat konflik perbatasan di kedua negara tersebut.

Dikutip dari Reuters, Rabu (24/6/2020) pejabat pemerintah di negara bagian Maharashtra menyatakan mereka tengah melakukan peninjauan ulang atas kesepakatan dengan tiga perusahaan China. Sebab ketiganya tengah mencari titik terang mengenai keberlanjutan dari kerja sama tersebut.

Untuk diketahui, kesepakatan awal dari kerja sama tersebut pertama kali diumumkan pekan lalu sebagai bagian dari inisiatif pemerintah lokal untuk membantu mendorong perekonomian India dari pandemi virus corona (Covid-19).

Baca juga: TikTok Jadi Sasaran Boikot di India

Sebab, pertumbuhan ekonomi negara tersebut telah mengalami perlambatan sejak sebelum krisis dan tahun ini Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut akan mengalami kontraksi untuk pertama kalinya sejak 1979.

Namun, terjadi konflik perbatasan yang menewaskan 20 tentara India di perbatasan antara China dan negara tersebut pekan lalu. Hal tersebut membuat terjadinya ketegangan tensi diplomatik dan militer di antara keduanya.

Hal tersebut menjadi pertaruhan ekonomi yang cukup besar bagi India. Pasalnya, India merupakan salah satu importir produk China terbesar jika dibandingkan dengan negara lain di dunia.

Selain itu, India dan China saling memengaruhi dalam mengembangkan masing-masing potensi sebagai salah satu sumber perkembangan teknologi di dunia. Perusahaan teknologi raksasa asal China telah berinvestasi miliaran dollar AS ke startup India, di sisi lain produsen handphone China juga mendominasi pasar di negara itu.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Masyarakat Bisa Kirim Foto Meteran Listrik ke PLN

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X