Bappenas Prediksi Angka Kemiskinan di Akhir Tahun Capai 28,7 Juta Orang

Kompas.com - 24/06/2020, 10:47 WIB
Tukang rongsokan tengah istirahat di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 dalam situasi yang sangat berat, pemerintah mengumumkan akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan hingga 3,78 juta orang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOTukang rongsokan tengah istirahat di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 dalam situasi yang sangat berat, pemerintah mengumumkan akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan hingga 3,78 juta orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bappenas memprediksikan angka kemiskinan hingga akhir 2020 mencapai 28,7 juta penduduk.

Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bapennas Maliki menuturkan, angka ini bisa muncul bila pemerintah tidak melakukan intervensi serta pertumbuhan ekonomi mencapai minus 0,4 persen.

"Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi yang minus 0,4 persen, tentunya kami asumsikan bahwa tidak ada intervensi dulu. Dengan tidak ada intervensi maka jumlah penduduk miskin sekitar 28,7 juta berarti akan naik sekitar 4 juta," katanya dalam webinar virtual, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Tekan Angka Kemiskinan, Bappenas Sempurnakan Data dari Tingkat Desa

"Itu masih beranggapan bahwa mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi sekitar minus 0,4 persen," sambung Maliki.

Lain halnya, ketika pemerintah melakukan intervensi terhadap angka kemiskinan dengan asumsi pertumbuhan ekonomi RI minus 0,4 persen hingga akhir tahun 2020.

Maka angka kemiskinan hanya akan mencapai kisaran hingga 27 juta penduduk.

"Karena kami adalah lembaga perencanaan, apa yang dilakukan adalah kira-kira bagaimana kalau kita melakukan intervensi sehingga jumlah penduduk miskin bisa ditekan. Jika dengan intervensi kita bisa menekan penduduk miskin sekitar 26-27 juta," ujarnya.

Dengan penekanan tersebut, lanjut Maliki, diperkirakan tahun 2020, tingkat kemiskinan akan mencapai sekitar 9,7 persen atau sekitar 0,5 persen, lebih tinggi daripada tingkat kemiskinan bulan September 2019.

Sementara itu, angka pengangguran juga akan meningkat berkisar 9,1-9,2 persen. Ini jauh lebih tinggi dari dasar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Tingginya akan pengangguran tersebut bersumber dari pekerja informal yang paling mendominasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X