4 Perusahaan Startup Lakukan PHK Akibat Covid-19, Apa Saja ?

Kompas.com - 24/06/2020, 13:25 WIB
Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) TOTO SIHONOIlustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejak awal tahun, pandemi Covid-19 menghantam seluruh dunia dan mengakibatkan gelombang PHK yang semakin meningkat.

Di Indonesia tidak sedikit startup yang terpaksa merumahkan karyawan maupun melakukan PHK masal.

Sebelumnya perusahaan travel online, Traveloka memberhentikan sejumlah karyawan, perusahaan penginapan budget OYO juga melakukan hal yang sama.

Kondisi pandemi yang belum teratasi juga membawa perusahaan ojek daring, Grab memangkas ratusan karyawannya dan dilanjutkan oleh Gojek.

Baca juga: 430 Karyawan Gojek Kena PHK, Bagaimana Pesangonnya?

Alasan pemangkasan juga tidak lepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang menurunkan permintaan konsumen pada divisi-divisi tertentu yang menyebabkan turunnya pendapatan secara signifikan.

Hingga saat ini ada 4 perusahaan ecommerce yang telah memangkas karyawannya, antara lain:

1. Gojek

Perusahaan startup teknologi, Gojek memangkas 430 karyawan dan menghentikan beberapa layanan. Layanan tersebut antara lain GoMassage, GoClean, dan GoFood Festival.

Keputusan ini diambil karena perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak.

2. Grab

Sebelum Gojek melakukan PHK, perusahaan teknologi Grab sudah lebih dulu melakukan PHK terhadap 360 karyawannya di Asia Tenggara. Jumlah tersebut juga berdampak pada PHK karyawan di Indonesia. Keputusan ini dilakukan sebagai dampak krisis pandemi Covid-19.

Baca juga: Bisnis Terdampak Virus Corona, Jaringan Hotel Hilton PHK 2.100 Pegawai

3. OYO

Jaringan hotel budget, OYO Hotels, juga melakukan PHK pada sekitar 5.000 karyawannya di sejumlah negara. Langkah PHK OYO merupakan imbas dari penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 yang membuat bisnis pariwisata dan penginapan di beberapa negara babak belur sejak akhir tahun lalu.

4. Traveloka

Setelah larangan bepergian dipberlakukan pada Maret 2020 lalu, jumlah permintaan bepergian berkurang drastis. Akibat hal ini Traveloka terpaksa melakukan PHK terhadap 100 karyawan atau 10 persen dari total keseluaran pegawai.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X