Kompas.com - 24/06/2020, 20:15 WIB
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana  saat diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (21/2/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Bima Haria Wibisana saat diwawancarai wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (21/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan bahwa dalam konteks pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut dapat beradaptasi dengan cara kerja era tatanan normal baru atau new normal.

Era normal baru yang dimaksud adalah sistem kerja baru yang fleksibel dengan memanfaatkan Teknologi Informasi (TI) menjadi konsep kerja yang banyak diimplementasikan di berbagai bidang layanan, baik di swasta maupun pemerintahan.

“Adaptasi ASN terhadap sistem digital saat ini berperan penting dalam pelayanan publik yang efektif,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2020).

Menurut dia, seluruh SDM di semua sektor, termasuk ASN wajib beradaptasi dengan tren bekerja yang fleksibel, efektif, dan tentunya memanfaatkan TI sebagai media pendukung.

Baca juga: Siap-siap, Kemenpan Bakal Cari ASN yang Profesional pada Penerimaan CPNS Tahun Ini

Setelah kurang lebih 3 bulan penerapan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi ASN akibat dampak Covid-19, sejumlah jenis jabatan atau bidang pekerjaan dilingkup ASN direncanakan akan dievaluasi kembali.

Hal ini dilatarbelakangi adanya kebutuhan kompetensi yang harus disesuaikan dan tetap produktif di tengah kondisi birokrasi yang “dipaksa” serba digital saat ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu Bima juga menyinggung perihal pemberlakuan WFH selama ini yang menurutnya di era new normal lebih tepat didefinisikan sebagai Work From Anywhere (WFA). Hal ini juga berkaitan dengan konsep Flexible Working Arrangements yang mulai digaungkan baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

Senada dengan Kepala BKN, Pelaksana tugas Deputi SDM KemenPANRB Teguh Widjinarko mengatakan bahwa sistem manajemen ASN saat ini harus beriringan dengan tuntutan adaptasi new normal.

Menurut Teguh, ada beberapa aspek manajemen ASN yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan instansi ppemerinth, mulai dari sistem pengadaan ASN sampai dengan sistem kompensasi ASN.

Baca juga: Kemenkeu: Gaji Ke-13 untuk ASN, TNI, dan Polri Belum Cair dalam Waktu Dekat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.