Tantangan Berat Dunia Penerbangan Sipil Komersial di Indonesia

Kompas.com - 26/06/2020, 12:37 WIB
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia SHUTTERSTOCK/EXPOSEIlustrasi pesawat Garuda Indonesia

BILA kita mengikuti perkembangan dari dunia penerbangan sipil komersial di Indonesia pada rentang waktu dua dekade belakangan ini menjadi sangat menarik. Khususnya, tentu saja sampai dengan akhir tahun 2019 saat pandemi virus corona (Covid-19) mulai datang menjelang.

Perkembangan dari pertumbuhan penumpang setiap tahunnya berada dalam grafik yang menanjak sangat mencengangkan. Beberapa catatan menunjukkan bahwa pertumbuhan penumpang pada beberapa tahun sempat mencapai 10 sampai dengan 15 persen per annum.

Pergerakan harga tiket pesawat terbang, sejak tahun 2000-an, terus menunjukkan grafik yang menurun dan disambut dengan riang gembira oleh banyak orang. Para pengguna jasa angkutan darat dan laut langsung hijrah menggunakan moda angkutan udara yang tidak hanya cepat , aman, nyaman dan tepat waktu, akan tetapi juga relatif “aman” dan “murah”.

Murahnya tiket pesawat terbang telah membuat pertumbuhan penumpang demikian tinggi, akibat dari antusiasme banyak orang yang berpindah ke moda angkutan udara. Banyaknya kecelakaan yang terjadi, turunnya tingkat keselamatan penerbangan di Indonesia pada skala Internasional selama lebih kurang 10 tahun (2007 sd 2017), tidak banyak berpengaruh.

Kesemua itu terlihat dari bagaimana tumpahan penumpang di Cengkareng yang langsung saja dialirkan ke Pangkalan Angkatan Udara Halim Perdanakusuma. Demikian pula yang terjadi pada beberapa Pangkalan Angkatan Udara di daerah-daerah seperti Jogyakarta, Bandung dan Malang. Pemerintah bahkan bergerak cepat membangun Bandara baru di Jogyakarta dan di Kertajati serta beberapa lainnya di berbagai tempat.

Baca juga: Tarif Bawah Tiket Pesawat Naik, Akhir Era Tiket Murah?

Tentu saja hal tersebut adalah sebagai respons dari telah “ramai dan padatnya” beberapa Bandara yang sudah terlihat serupa dengan terminal Bus atau Stasiun Kereta Api. Sebaliknya Stasiun-stasiun Kereta Api, terutama Stasiun KA Gambir dan Senen justru telah menjadi tertib dan relatif “sepi” penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepadatan air traffic yang tidak bisa dihindarkan sebagai akibat dari pertumbuhan penumpang yang spektakuler telah memunculkan ide untuk menggeser daerah latihan Angkatan Udara ke kawasan selatan pulau Jawa. Ide muncul, karena lama waktu pesawat di darat untuk antri take off dan landing telah menjadi keluhan banyak penumpang, di jam sibuk pada beberapa Bandara terutama di Cengkareng.

Menjelang akhir 2018 dan awal tahun 2019, mendadak sontak muncul keributan baru dalam dunia penerbangan kita yang mengeluhkan kenaikan harga tiket yang dinilai sebagai tidak masuk akal. Beberapa tiket untuk rute domestik justru lebih mahal dari tiket untuk tujuan ke luar negeri.

Muncullah banyak seminar, pertemuan FGD dan aneka wawancara di radio dan televisi membahas tentang mahalnya harga tiket pesawat terbang rute domestik.

Baca juga: KPPU Putuskan Tujuh Maskapai Bersalah Terkait Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Tidak atau kurang disadari bahwa pada era tiket murah, telah terjadi demikian banyak kecelakaan dan juga bubar dan bangkrutnya banyak Maskapai Penerbangan. Diikuti pula turunnya tingkat keselamatan penerbangan Indonesia dengan berbagai larangan terbang ke beberapa negara terutama Uni Eropa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X