Menaker Tegaskan TKA China Hanya Isi Jabatan Tertentu di Indonesia

Kompas.com - 26/06/2020, 14:59 WIB
Ilustrasi: Sejumlah tenaga kerja asing bersiap pulang ke negaranya karena kontrak kerjanya habis. Dok DITJEN IMIGRASIIlustrasi: Sejumlah tenaga kerja asing bersiap pulang ke negaranya karena kontrak kerjanya habis.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang didatangkan merupakan tenaga ahli yang tugasnya tidak dapat dikerjakan oleh tenaga kerja lokal.

"Sekali lagi ini pada jabatan-jabatan tertentu yang memang tidak bisa atau belum bisa dilakukan tenaga kerja kita," katanya ditemui di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Kendati demikian, Ida memastikan bahwa selama TKA China ini bekerja di Tanah Air harus didampingi oleh tenaga kerja lokal. Tujuannya, agar tenaga kerja lokal pendamping tersebut memahami penggunaan teknologi yang didatangkan dari China.

Baca juga: Menaker: Pada Prinsipnya TKA China Diizinkan Garap Proyek Strategis Nasional

"Ada proses, dan kita mengharuskan ada tenaga kerja lokal yang mendampinginya. Harus ada transfer of knowledge. Setelah mereka kembali ke negaranya, pekerjaan sepenuhnya akan dikerjakan oleh tenaga kerja kita," jelasnya.

Menaker juga membantah syarat bekerja bagi tenaga kerja lokal dipersulit untuk bekerja pada perusahaan tambang nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Saya rasa tidak, kita mewajibkan juga menyerap tenaga kerja lokal. Jadi, hanya pada jenis pekerjaan tertentu saja yang diperbolehkan menempatkan TKA," ucapnya.

Ida memastikan, TKA asal Negeri Tirai Bambu ini tidak akan bekerja lama di RI. Hanya sesuai kontrak pekerjaan selama 6 bulan masa kerja. Dengan jabatan tertentu TKA ini didatangkan untuk memulai pekerjaan pada proyek strategis nasional (PSN).

Sebagai informasi, pemerintah telah mengizinkan 500 TKA China untuk bekerja di Indonesia sesuai pengajuan permohonan dari dua perusahaan yang mempekerjakan yaitu, PT Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel yang berlokasi di Sulawesi Tenggara.

TKA tersebut disebut akan mengisi posisi tenaga ahli mesin serta teknisi. Diketahui, sebanyak 152 TKA China tahap awal telah tiba di Bandara Haluoleo, Sultra, sejak 23 Juni 2020, menggunakan pesawat carteran Lion Air JT 3771.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X