Buruh Minta Pemerintah Pulangkan TKA China, Mengapa?

Kompas.com - 28/06/2020, 11:52 WIB
Seorang TKA asal China masuk ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Agoesdjam Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2020) malam. IstimewaSeorang TKA asal China masuk ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah Agoesdjam Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2020) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia ( KSPI) Said Iqbal meminta pemerintah memulangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang masuk ke Indonesia.

Hal ini mengingat kondisi pandemi Covid-19 membuat jutaan pekerja asal Indonesia kehilangan pekerjaan, sementara TKA asal China masih dipekerjakan di beberapa perusahaan.

Menurut Said Iqbal, kedatangan TKA tersebut menciderai rasa keadilan pekerja lokal dan rakyat Indonesia. Karena seharusnya, lapangan pekerjaan yang tersedia diberikan sepenuhnya kepada warga negara Indonesia.

Baca juga: Menaker Tegaskan TKA China Hanya Isi Jabatan Tertentu di Indonesia

"Itu artinya selama ini perusahaan dan pemerintah gagal memenuhi persyaratan. TKA yang bekerja di Indonesia harus tenaga ahli dan melakukan transfer of khowledge dan transfer of job," kata Said Iqbal melalui siaran media KSPI, Minggu (28/6/2020).

Iqbal menjelaskan, dalam UU No 13 Tahun 2003 tercantum, setiap 1 orang TKA wajib ada pendamping 10 orang pekerja lokal.

“Apabila selama ini TKA yang bekerja memiliki pendamping tenaga kerja lokal dan terjadi transfer pengetahuan, maka pekerjaan yang ada seharusnya sudah bisa dikerjakan tenaga kerja lokal, sehingga tidak perlu lagi mendatangkan TKA,” jelas dia.

Iqbal menilai hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap ketentuan hukum yang mengatur mengenai penggunaan tenaga kerja asing.

Baca juga: Menaker: Pada Prinsipnya TKA China Diizinkan Garap Proyek Strategis Nasional

Selain itu, ketidak mampuan TKA berbahasa Indonesia juga dinilai suatu bentuk pelanggaran, karena menyulitkan komunikasi, dalam rangka transfer pengetahuan.

"Saya tidak yakin lulusan dari kampus-kampus ternama di Indonesia tidak mampu memenuhi skill yang dibutuhkan di sana. KSPI meminta kepada pemerintah agar menarik kembali TKA yang sudah datang dalam gelombang pertama, serta membatalkan masuknya 500 TKA China,” tegas dia.

Iqbal menjelaskan di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini ada banyak buruh yang kehilangan pekerjaan. Alangkah bijaksana jika pemerintah lebih memprioritaskan pekerja dalam negeri, daripada pekerja asing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teken MoU dengan BPH Migas, Telkom Berkomitmen Jadi Digital Telco Company

Teken MoU dengan BPH Migas, Telkom Berkomitmen Jadi Digital Telco Company

Rilis
Sudah Punya Akun Prakerja? Klik “Gabung” Gelombang 13, Ini Panduannya

Sudah Punya Akun Prakerja? Klik “Gabung” Gelombang 13, Ini Panduannya

Whats New
BRI Ungkap 4 Tantangan Adopsi AI di Dalam Negeri

BRI Ungkap 4 Tantangan Adopsi AI di Dalam Negeri

Whats New
Bersama PT KITB, Telkom Bangun Smart Industrial Estate Grand Batang City

Bersama PT KITB, Telkom Bangun Smart Industrial Estate Grand Batang City

Rilis
Harga Emas Antam Turun Rp 5.000, Simak Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam Turun Rp 5.000, Simak Daftar Lengkapnya

Whats New
Saham Bank Kecil Melonjak Terus Dalam Beberapa Hari Hingga Disuspensi, Ada Apa ?

Saham Bank Kecil Melonjak Terus Dalam Beberapa Hari Hingga Disuspensi, Ada Apa ?

Whats New
Formasi Guru dan Nakes Terbanyak, Ini Tahapan Seleksi CPNS 2021

Formasi Guru dan Nakes Terbanyak, Ini Tahapan Seleksi CPNS 2021

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Kriteria Jadikan Teman sebagai Rekan Bisnis | Uang Tak Kenal Teman | Berbisnis dengan Teman Nongkrong

[KURASI KOMPASIANA] Kriteria Jadikan Teman sebagai Rekan Bisnis | Uang Tak Kenal Teman | Berbisnis dengan Teman Nongkrong

Rilis
IHSG Pagi Ini Melaju di Zona Merah, Bagaimana dengan Rupiah ?

IHSG Pagi Ini Melaju di Zona Merah, Bagaimana dengan Rupiah ?

Whats New
Sahamnya Disuspensi Bursa Berhari-hari, Ini Penjelasan FORU

Sahamnya Disuspensi Bursa Berhari-hari, Ini Penjelasan FORU

Whats New
Kabar Gembira, Bank Mandiri Juga Turunkan Bunga Kredit Seluruh Segmen

Kabar Gembira, Bank Mandiri Juga Turunkan Bunga Kredit Seluruh Segmen

Whats New
LRT dan MRT di 5 Kota Segera Dibangun, Bukan dari APBN atau Utang

LRT dan MRT di 5 Kota Segera Dibangun, Bukan dari APBN atau Utang

Whats New
IHSG Masih Bakal Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih Bakal Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Sri Mulyani Jelaskan Kronologi Kasus Suap Pegawai Ditjen Pajak

Sri Mulyani Jelaskan Kronologi Kasus Suap Pegawai Ditjen Pajak

Whats New
Menhub Tawarkan Proyek LRT, MRT, hingga Bandara Didanai LPI

Menhub Tawarkan Proyek LRT, MRT, hingga Bandara Didanai LPI

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X