Arus Modal Asing Masuk ke SBN Capai Rp 5,8 Triliun

Kompas.com - 28/06/2020, 14:12 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Investor asing tercatat mulai kembali melirik pasar obligasi Indonesia sebagai tujuan investasi. Hal tersebut terlihat dari capital inflow yang terjadi sepanjang bulan Juni ini.

Merujuk data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, tercatat jumlah kepemilikan asing di Surat Berharga Negara (SBN) capai Rp 937,63 triliun hingga Kamis (25/6/2020) lalu.

Padahal di akhir Mei, kepemilikan asing di SBN masih Rp 931,83 triliun. Artinya, sepanjang Juni ini, arus asing yang masuk ke pasar surat utang pemerintah capai Rp 5,8 triliun.

Baca juga: Dalam 3 Hari, Rp 6,15 Triliun Modal Asing Masuk ke RI Lewat SBN

Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan, kenaikan kepemilikan asing ini mengindikasikan investor asing yang sudah mulai kembali masuk ke pasar obligasi Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari optimisme pelaku pasar global terhadap pemulihan ekonomi secara umum belakangan ini.

"Hanya saja, jumlah yang masuk saat ini belum terlalu signifikan, terlebih dibandingkan awal tahun yang sempat mencapai Rp 1.030 triliun. Ini menunjukkan masih ada kehati-hatian," kata Fikri kepada Kontan.co.id, Sabtu (27/6/2020).

Sementara itu, analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Lili Indarli menjelaskan, capital inflow terbesar pada bulan Juni terjadi di minggu pertama. Pada periode tersebut tercatat asing masuk mencapai Rp 9,61 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lili menyebut, tingginya inflow tersebut tidak terlepas dari adanya optimisme investor akan segera bergeraknya kembali aktivitas ekonomi dunia karena pelonggaran lockdown dan berlakunya kondisi "New Normal".

Baca juga: April 2020, Modal Asing yang Kabur dari RI Berkurang

Lebih lanjut, dia bilang, capital outflow justru terjadi pada pekan kedua dan ketiga yang jumlahnya sekitar Rp 6,53 triliun.

Hal tersebut sempat terjadi karena mereda nya optimisme pelaku pasar terhadap perbaikan ekonomi global ditambah masih meningkatnya kasus virus corona baru serta sejumlah konflik geopolitik di negara-negara besar.

Namun, di pekan lalu, arus asing kembali masuk, ditandai dengan inflow sebesar Rp 2,72 triliun.

"Jadi kalau dilihat dari pergerakan inflow dan outflow tersebut, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah total inflow yang terjadi di bulan ini menjadi pertanda asing sudah mulai masuk ke pasar SBN. Karena pergerakan asing saat ini sangat dipengaruhi oleh kondisi global yang ada, yang saat ini masih sangat tinggi ketidakpastiannya akibat pandemi virus corona," pungkas Lili. (Hikma Dirgantara)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Sepanjang Juni, capital inflow di SBN sudah capai Rp 5,8 triliun



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Itu Letter of Credit: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

Apa Itu Letter of Credit: Definisi, Fungsi, dan Contohnya

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Strategi dan Tips Efektif Kuliah di Luar Negeri agar Tidak Gagal

[KURASI KOMPASIANA] Strategi dan Tips Efektif Kuliah di Luar Negeri agar Tidak Gagal

Rilis
Apa Arti Finansial?

Apa Arti Finansial?

Whats New
Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Whats New
Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

BrandzView
Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Whats New
[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X