IHSG Awal Pekan Diproyeksikan Melemah, Ini Penyebabnya

Kompas.com - 28/06/2020, 17:54 WIB
Ilustrasi IHSG KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi IHSG

JAKARTA, KOMPAS.com – Awal pekan ini ini Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diproyeksikan akan bergerak melemah. Sebelumnya IHSG ditutup pada zona hijau dengan kenaikan 0,15 persen.

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, pasar di awal pekan akan diwarnai kekawatiran lonjakan kasus Covid-9 yang telah mendorong potensi lockdown di beberapa negara bagian Amerika Serikat.

Lonjakan kasus positif corona di Amerika Serikat dan Jerman yang di ikuti lockdown membuat pasar kawatir. Jika terjadi lockdown kembali maka pasar akan menghadapi lebih banyak risiko pelemahan di jangka pendek.

Baca juga: Akhir Pekan, IHSG Ditutup Naik 7,35 Poin

“IHSG berpeluang konsolidasi melemah akibat peningkatan kasus di AS dan Jerman yang menjadi sentiment negatif pasar,” kata Hans dalam laporan tertulisnya, Minggu (28/6/2020).

Selain itu, pelemahan IHSG juga terdorong oleh beberapa sentimen, antara lain potensi gagalnya kesepakatan fase pertama perang dagang Amerika Serikat dan China.

Potensi perang dagang meningkat setelah para pejabat Cina memperingatkan bahwa "campur tangan" Amerika Serikat di Hong Kong dan Taiwan dapat membuat Beijing mundur dari komitmennya untuk membeli barang pertanian AS.

“Kami melihat ini merupakan strategi tawar menawar antar Negara untuk mendapatkan keuntungan perdagangan. Tetapi berita ini negative bagi pasar keuangan dunia,” tambah dia.

Baca juga: IHSG Diproyeksikan Menguat, Simak Saham Rekomendasi Hari Ini

Di sisi lain, data pengguran yang dirilis tidak sebaik yang di harapkan menunjukkan pembukaan ekonomi tidak mengembalikan daya beli. Penurunan daya beli, sekaligus mendorong pengusaha melakukan PHK.

Selain itu, pegerakan IHSG juga terdorong oleh proyeksi IMF yang kembali memangkas prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi minus 0,3 persen dari dari sebelumnya 0,5 persen.

Dampak Covid-19 membuat proyeksi ekonomi Indonesia menurun, tetapi jauh lebih baik dari negara-negara lain di dunia.

Hans memproyeksikan IHSG awal pekan akan bergerak pada level support 4.821 sampai dengan 4.712 dan resistance pada level 4.977 sampai 5.018.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X