Suramnya Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Versi Lembaga Dunia...

Kompas.com - 29/06/2020, 13:42 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona (Covid-19) telah membawa perekonomian dunia ke jurang resesi.

Bank lembaga di dunia memproyeksi, pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini akan mengalami kontraksi atau tumbuh negatif.

Dana Moneter Internasional (IMF) pun sempat memberi pernyataan mengenai perekonomian dunia yang diprediksi akan mengalami krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar tahun 1930-an.

 

Baca juga: Kemenkeu Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Negatif 3,8 Persen

Tahun ini, perekonomian dunia diproyeksi bakal mengalami kontraksi hingga 3 persen pada 2020.

Indonesia pun tidak terlepas dari proyeksi suram tersebut. Banyak lembaga di dunia telah merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi yang pada awal tahun masih diwarnai sentimen positif, kini menjadi muram lantaran pandemi.

Pemerintah sendiri memprediksi kinerja perekonomian hingga akhir tahun diproyeksi akan tumbuh di kisaran minus 0,4 persen hingga 1 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah dari proyeksi perekonomian skenario berat yang sebelumnya sempat disebutkan, di mana perekonomian masih bisa tumbuh 2,3 persen hingga akhir tahun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penurunan batas proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun menjadi 1 persen dilakukan dengan pertimbangan kontraksi akan terjadi cukup dalam pada kuartal II tahun ini.

Baca juga: IMF: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia -0,3 Persen di 2020

"Outlook proyeksi -0,4 persen ke 1 persen. Untuk batas atas kami turunkan 2,3 persen ke 1 persen, revisi agak turun karena kami melihat kontraksi cukup dalam di kuartal kedua," jelas Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis (18/6/2020).

Adapun berikut gambaran muramnya perekonomian RI hingga akhir tahun menurut lembaga-lembaga dunia.

1. Dana Moneter Internasional (IMF)

Menurut IMF, Indonesia bakal mengalami kontraksi atau tumbuh negatif 0,3 persen pada tahun ini. Prediksi terhadap ekonomi Indonesia ini memburuk dibandingkan proyeksi pada April 2020.

Saat itu, IMF masih memproyeksikan pertumbuhan positif pada tahun ini, yakni di level 0,5 persen.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X