Produksi Pesawat Menciut 40 Persen, Airbus Bakal PHK 20.000 Karyawan?

Kompas.com - 30/06/2020, 10:27 WIB
Sebuah pesawat Airbus A-330neo mendarat setelah melakukan penerbangan perdana, dengan helikopter merekam pendaratannya pada 19 Oktober 2017 di Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis. AFP/PASCAL PAVANISebuah pesawat Airbus A-330neo mendarat setelah melakukan penerbangan perdana, dengan helikopter merekam pendaratannya pada 19 Oktober 2017 di Bandara Toulouse-Blagnac, Perancis.

TOULOUSE, KOMPAS.com - Raksasa pabrikan pesawat Airbus mengonfirmasi rencana penurunan produksi pesawat sebesar 40 persen dalam dua tahun ke depan.

Airbus pun tengah memfinalkan rencana restrukturisasi perusahaan, termasuk pemangkasan ribuan pegawai.

Dilansir dari Reuters, Selasa (30/6/2020), pabrikan pesawat terbesar di Eropa tersebut dikabarkan bakal mengumumkan rencana reorganisasi terbesarnya pada Rabu (1/7/2020) esok.

Baca juga: Rumahkan 6.000 Pekerja, Bos Airbus Akui Bisnis Berdarah-darah

Seorang sumber menyebut, Airbus harus bergerak secara ramping untuk menangkis dampak negatif akibat merosotnya bisnis pesawat jetliner sebesar 40 persen akibat pandemi virus corona.

Dikabarkan, Airbus akan mengumumkan pemangkasan jumlah pegawai pada akhir Juli 2020. Namun, Airbus harus memberikan arahan terlebih dulu kepada serikat pekerja dan pemerintah terkait perubahan besar tersebut sebelum periode tenang selama dua pekan menjelang laporan kinerja keuangan pada 30 Juli 2020.

CEO Airbus Guillaume Faury mengonfirmasi kepada media Jerman bahwa Airbus berencana menurunkan produksi pesawat jetliner sebesar 40 persen dalam dua tahun.

"Untuk dua tahun ke depan, 2020 dan 2021, kami mengasumsikan bahwa produksi dan pengiriman akan lebih rendah 40 persen dari yang awalnya kami rencanakan," ujar Faury kepada surat kabar Die Welt.

Baca juga: Airbus Bakal Pangkas 2.300 Karyawan?

Menurut Faury, produksi akan kembali normal pada tahun 2025 mendatang.

Terkait pemutusan hubungan kerja alias PHK karyawan, sumber menyebut sekira ada pemangkasan 14.000 hingga 20.000 pegawai berdasarkan target 40 persen tersebut.

Angka itu merupakan jumlah pegawai yang dibutuhkan untuk memproduksi beragam jenis pesawat jetliner.

 

Adapun sumber lain mengatakan, kemungkinan jumlah pegawai yang terdampak PHK di bawah 25.000 orang.

Divisi helikopter dan pertahanan disebut bakal terdampak PHK karyawan.

"Ini adalah fakta yang brutal, namun kami harus melakukannya. Ini tentang penyesuaian yang dibutuhkan untuk menghadapi penurunan produksi yang masif. Ini tentang mengamankan masa depan kami," ungkap Faury.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X