Sepanjang 2019, Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 2,48 Juta

Kompas.com - 30/06/2020, 15:17 WIB
Ilustrasi BEI KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi BEI

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bursa Efek Indonesia ( BEI) mencatat jumlah investor pada tahun 2019 di Pasar Modal Indonesia sebanyak 2,48 juta. Jumlah ini mengalami pertumbuhan 53 persen dibandingkan tahun 2018 sebanyak 1,6 juta investor.

Mengutip keterangan resmi, Selasa (30/6/2020), total investor saham tercatat mencapai 1,10 juta investor atau naik 30 persen dibandingkan pada tahun 2018 dengan jumlah 852.000 investor.

Sementara itu, sampai dengan Mei 2020, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 2,81 juta, dan investor saham mencapai angka 1,19 juta.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Ada 26 Perusahaan Melantai di Bursa Saham

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Selasa (30/6/2020), BEI juga mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 12,4 persen atau Rp 1,56 triliun, meningkat dibanding tahun 2018 sebesar Rp 1,38 triliun.

Secara keseluruhan jumlah total pendapatan perusahaan sebesar Rp 1,91 triliun atau meningkat 16,2 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp 1,64 triliun.

Adapun jumlah beban di tahun 2019 sebesar Rp 1,33 triliun atau meningkat 5,3 persen dari tahun 2018. Meski terdapat kenaikan beban, Perusahaan tetap berhasil mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 445 miliar di tahun 2019 atau tumbuh 67,4 persen.

Sementara itu, total aset BEI tahun 2019 sebesar Rp 7,2 triliun atau naik 5,8 persen dibanding tahun 2018.

BEI juga mencatat total ekuitas Perusahaan mengalami kenaikan 14,6 persen atau Rp 4,45 triliun dibandingkan tahun 2018. Namun demikian, total kewajiban Perusahaan (liabilitas) turun sebesar 5,8 persen atau Rp 2,75 triliun dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi Bursa.

Transaksi di Bursa

Sepanjang tahun 2019, BEI mencatat rata-rata transaksi harian mencapai 469 ribu transaksi per hari, atau lebih unggul dari Thailand yakni 308 ribu transaksi per hari.

BEI juga berhasil memfasilitasi 76 pencatatan efek baru yang terdiri dari 55 Perusahaan Tercatat, dan merupakan angka pencatatan tertinggi di ASEAN. BEI juga mencatatkan 14 Exchange Traded Fund (ETF), 2 Efek Beragun Aset (EBA), 2 Perusahaan Penerbit Obligasi Baru, 2 Dana Investasi Real Estat (DIRE) dan 1 Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

“Sepanjang tahun 2019 BEI menjamin terselenggaranya aktivitas perdagangan dengan lancar dan meningkatkan berbagai pencapaian, mulai dari peningkatan jumlah dan partisipasi investor, kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, frekuensi perdagangan tertinggi, serta peningkatan kapasitas anggota bursa,” kata Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia Yulianto Aji Sadono.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X