Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

OJK: Penyajian Laporan Keuangan Berstandar Internasional Bisa Tingkatkan Arus Investasi

Kompas.com - 30/06/2020, 16:58 WIB
Fika Nurul Ulya,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan penerapkan berbagai standar internasional dalam penyajian laporan keuangan di Indonesia amat penting.

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto mengatakan, penerapan standar akuntansi dan audit berbasis internasional setidaknya mensejajarkan Indonesia dengan negara lain di kancah internasional.

"Paling tidak untuk menyediakan laporan keuangan berkualitas bagi investor sehingga meningkatkan arus investasi terkait dengan masalah kepercayaan juga," kata Anung dalam teleconference, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Imbas Corona, Bos MIND ID Tunggu Ini untuk Tentukan Nasib Karyawan

Anung menuturkan, peran laporan keuangan dalam mendorong pembangunan dan keberlanjutan dalam sektor jasa keuangan menjadi sangat penting.

Sebab dalam perkembangan ekonomi Indonesia yang pesat, sektor jasa keuangan masih menjadi backbone dan berkontribusi yang terbesar dalam perekonomian nasional.

"Jadi Kredibilitas laporan keuangan menjadi peran kunci dalam mendukung terciptanya market dicipline, serta menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas laporan keuangan," papar Anung.

Baca juga: Pemerintah Masih Punya Utang ke KAI Rp 257,87 Miliar

Lebih lanjut Anung menyebut, industri perbankan di Indonesia sudah menjalankan kegiatan usaha dengan prinsip kehati-hatian selain menerapkan standar akuntansi berstandar internasional.

Prinsip kehati-hatian ini mengacu pada best practice atau common practice yang diterbitkan oleh basel for international settlement.

Dalam dokumen basel, diatur 3 pilar dalam pengawasan bank, salah satunya yaitu pemenuhan kewajiban modal minimum sesuai dengan profil risiko bank. Perhitungan permodalan yang dimaksud menggunakan berbagai standar dalam mengukur risiko kredit, pasar, dan operasional.

"Kedua, adalah pemantauan oleh otoritas pengawas bank terhadap kumpulan risiko yang dilakukan perbankan, dan yang terakhir adalah transparansi dan pengungkapan informasi kepada publik untuk mendukung terciptanya market dicipline," kata Anung.

Baca juga: Sepanjang 2019, Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 2,48 Juta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Setelah Akuisisi, Mandala Finance Masih Fokus ke Bisnis Kendaraan Roda Dua

Setelah Akuisisi, Mandala Finance Masih Fokus ke Bisnis Kendaraan Roda Dua

Whats New
KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

KKP Gandeng Kejagung untuk Kawal Implementasi Aturan Tata Kelola Lobster

Whats New
Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Pengusaha Harap Putusan MK soal Pilpres Dapat Ciptakan Iklim Investasi Stabil

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Akhir Sesi 23 April 2024

Whats New
Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Rupiah Diramal Bisa Kembali Menguat di Bawah Rp 16.000 Tahun Ini

Whats New
Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Bagaimana Prospek IPO di Indonesia Tahun Ini Usai Pemilu?

Whats New
Harga Makanan Global Diperkirakan Turun, Konsumen Bakal Lega

Harga Makanan Global Diperkirakan Turun, Konsumen Bakal Lega

Whats New
Laba Bersih Astra Agro Lestari Turun 38,8 Persen, Soroti Dampak El Nino

Laba Bersih Astra Agro Lestari Turun 38,8 Persen, Soroti Dampak El Nino

Whats New
Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Batu Bara hingga Emas April 2024

Naik, Pemerintah Tetapkan Harga Acuan Batu Bara hingga Emas April 2024

Whats New
Alasan Mandala Finance Tak Bagi Dividen untuk Tahun Buku 2023

Alasan Mandala Finance Tak Bagi Dividen untuk Tahun Buku 2023

Whats New
Efek Panjang Pandemi, Laba Bersih Mandala Finance Turun 35,78 Persen

Efek Panjang Pandemi, Laba Bersih Mandala Finance Turun 35,78 Persen

Whats New
Heboh soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Cek Ketentuannya

Heboh soal Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta, Cek Ketentuannya

Whats New
KB Bank Targetkan Penyelesaian Perbaikan Kualitas Aset Tahun Ini

KB Bank Targetkan Penyelesaian Perbaikan Kualitas Aset Tahun Ini

Whats New
Astra Agro Lestari Sepakati Pembagian Dividen Rp 165 Per Saham

Astra Agro Lestari Sepakati Pembagian Dividen Rp 165 Per Saham

Whats New
Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Ditopang Pertumbuhan Kredit, Sektor Perbankan Diprediksi Semakin Moncer

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com