Dirut Holding BUMN Tambang Dicecar DPR Soal Penerbitan Obligasi 2,5 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 30/06/2020, 18:47 WIB
Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan holding industri tambang BUMN PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau yang biasa disebut MIND ID, beserta anak usaha holding.

Salah satu topik yang dibahas ialah mengenai langkah penerbitan obligasi MIND ID di indeks pasar saham global sebesar 2,5 miliar dollar AS.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna membayar utang akuisisi PT Freeport Indonesia yang akan segera jatuh tempo.

Sebagaimana diketahui, pada saat proses akuisi PT Freeport Indonesia, Inalum melakukan penerbitan surat utang sebesar 4 miliar dollar AS. Surat utang tersebut memiliki waktu jatuh tempo yang berbeda-beda.

Baca juga: Holding BUMN Tambang Akuisisi 20 Persen Saham Vale Indonesia

"Untuk yang 3-5 tahun waktu kami melihat Covid-19 ini apabila ini berdampak negatif pada operasi kami akan kesulitan. Kami mencari pendaanaan 1 miliar. Kami langsung masuk ke pasar melakukan refinancing, menerbitkan pinjaman," tuturnya dalam gelaran RDP, Selasa (30/6/2020).

Lebih lanjut Orias menjelaskan, melalui dana segar tersebut, MIND ID akan melakukan buyback terhadap surat utang yang lama. Dengan demikian, pihaknya bisa mendapatkan utang baru dengan bunga lebih rendah 0,7 persen yakni sebesar 5,4 persen.

"Kami membeli obligasi lama dengan tenor yang lebih panjang," katanya.

Merespon pernyataan tersebut, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir mengaku bingung dengan langkah tersebut. Menurutnya, MIND ID justru memperburuk kinerja keuangan dengan menambah utang.

"Utang kok dibayar utang," ujarnya.

Baca juga: Erick Thohir Tunjuk Antam Kelola Tambang Emas Milik Heru Hidayat

Orias menjawab, penerbitan obligasi diperlukan guna membayar kewajiban surat utang sebelumnya, selama Freeport Indonesia belum mampu produksi secara maksimal kembali hingga tahun depan.

Selain itu, dengan larisnya obligasi di pasar saham, Orias menilai investor memiliki kepercayaan terhadap prospek jangka panjang MIND ID .

"Karena mereka melihat kemampuan kita mereka membayar. Kita harus cari cara untuk bayar," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X