Cerita Pemilik Warung Kopi Dihantam Pandemi, Menolak Gulung Tikar

Kompas.com - 01/07/2020, 05:48 WIB
Owner Warung Kopi Imah Babaturan, Muhammad Nurul Hudha DOKUMENTASI PRIBADI oleh Muhammad Nurul Hudha Owner Warung Kopi Imah Babaturan, Muhammad Nurul Hudha
|

Dengan begitu para pelanggan tak hanya bisa menikmati hidangan saja tapi juga ikut aksi sosial berbagi bersama.

"Sebenarnya cara orang untuk berbagi itu beda-beda dan kami melihat saat ini teman-teman driver juga ikut terpukul kan, jadi saya kira ini cara yang tepat. Kami melakukan kebaikan seperti ini dengan melibatkan para customer kami dan ini sudah kami lakukan selama tiga bulan," ungkapnya.

Sementara itu mengenai bahan baku, Uyul mengaku tidak memiliki masalah. Sejauh ini ketersediaan bahan baku untuk produksi makanan dan minumannya masih aman.

Baca juga: OJK Restui Bukopin Rights Issue, Masyarakat Mohon Tenang

Sementara mengenai harga bahan baku yang kadang mahal seperti harga cabai tidak terlalu berdampak pada bisnisnya.

Uyul mengakui, jika bisnis makanan dan minumannya tidak bergerak dan tidak memiliki berbagai insiatif, maka bisa saja usahanya sudah gulung tikar. Namun ia menolaknya. Berbagai usaha dilakukan untuk tetap bertahan di tengah pandemi.

"Sebenarnya bagi saya yang saya lakukan ini adalah survive mode buat bisnis saya. Model small bussines kayak yang saya jalani ini kalau enggak bergerak dan melakukan berbagai hal mungkin bisa mati, makanya harus ngelakuin sesuatu kayak gini," ucapnya.

Baca juga: 10 Taktik Bangkit setelah Hadapi PHK (Bagian 1)

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X