OJK Diminta Pertahankan Komunikasi dan Koordinasi dengan Bank

Kompas.com - 01/07/2020, 11:35 WIB
Ilustrasi bank Thinkstockphotos.comIlustrasi bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Perhimpunan Bank Umum Nasional ( Perbanas) merasa sudah cukup dilibatkan dalam memberikan masukan kepada regulator terkait keberlangsungan bisnis bank selama pandemi Covid-19.

"Tradisi ini patut dipertahankan karena dalam menghadapi situasi yang tidak mudah, diperlukan komunikasi yang intens dan koordinasi yang kuat antar semua stakeholders," kata Ketua Umum Perbanas Periode 2020-2024, Kartika Wirjoatmodjo dalam siaran pers, Rabu (1/6/2020).

Tiko menuturkan, pihaknya sangat menghargai upaya dan kerja keras Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) dalam memperkuat industri perbankan nasional, dengan cara memperhatikan kecukupan modal dan mendorong investor-investor besar yang mampu memastikan keberlangsungan bank-bank di Indonesia.

Baca juga: Dapat Dana Rp 30 Triliun, 4 Bank Pelat Merah Mesti Bayar Premi ke LPS

Apalagi dalam menghadapi situasi yang menantang ini, industri perbankan harus memiliki permodalan yang sangat kuat. Setiap bank selalu berupaya menjaga kecukupan modalnya di atas ambang batas yang telah ditentukan.

"Perbanas melihat regulator dan pemerintah telah berupaya mengatasi berbagai permasalahan ini dengan melakukan serangkaian relaksasi dan menempuh sejumlah kebijakan yang diperlukan," ujar Tiko.

Sebagai informasi, industri perbankan memang menghadapi situasi yang sangat menantang. Antara lain, isu likuiditas, permintaan kredit yg lesu, kemampuan debitur dalam membayar pinjaman, hingga isu profitabilitas.

Sementara di lihat dari berbagai indikator, kondisi industri perbankan saat ini sangat baik dan kuat.

Rasio kecukupan modal (CAR) pada April berada pada level 22,03 persen dan rasio kredit bermasalah tetap rendah, yakni 2,89 persen (bruto) dan 1,13 persen (neto).

"CAR pada April 2020 memang lebih rendah dibanding posisi pada akhir 2019. Tetapi, CAR masih di angka 22 persen menunjukkan kondisi yang baik," ungkapnya.

Rasio alat likuid non-core deposit (AL/NCD) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) per April terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen. Angka itu jauh di atas ambang batas masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemenaker: Implementasi Program JKP Indonesia Lebih Cepat Dibanding Malaysia

Kemenaker: Implementasi Program JKP Indonesia Lebih Cepat Dibanding Malaysia

Whats New
Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Rupiah Berbalik Menguat, Ditutup Pada Level Rp 14.245 Per Dollar AS

Whats New
Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Ingin Daftar Kartu Prakerja? Ini Kriteria Agar Diterima Sebagai Peserta

Whats New
IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

IHSG Ditutup Menguat, Asing Borong Saham BBRI dan BBCA

Whats New
Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Juni 2021, Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 Sebanyak 1 Juta Per Hari

Whats New
Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Gubernur BI Optimistis 12 Juta Merchant Gunakan QRIS Dalam Waktu Dekat

Whats New
Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Pegawai Ditjen Pajak Terlibat Kasus Suap, Sri Mulyani: Ini Jelas Pengkhianatan

Whats New
Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Standard Chartered Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,5 Persen di 2021

Whats New
Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Ini Promo ShopeePay, Tokopedia dan Bukalapak di Maret 2021

Rilis
Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Pesan Luhut kepada Para Pejabat: Jangan Merasa Sombong dan Hebat

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Sri Mulyani Sebut Pegawai DJP yang Diduga Terlibat Kasus Suap Telah Dibebastugaskan

Whats New
Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Soal Dugaan Kasus Suap di Ditjen Pajak, Sri Mulyani: Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Awal 2020

Whats New
Vaksinasi Drive Thru Bagi Lansia Resmi Beroperasi di JIExpo Kemayoran

Vaksinasi Drive Thru Bagi Lansia Resmi Beroperasi di JIExpo Kemayoran

Whats New
Ini Sejarah Kepemilikan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker

Ini Sejarah Kepemilikan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Anker

Whats New
Bank Victoria Siapkan Modal Inti Rp 3 Triliun di 2022 dan Bangun Bisnis Digital

Bank Victoria Siapkan Modal Inti Rp 3 Triliun di 2022 dan Bangun Bisnis Digital

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X